Thursday, May 26, 2011

The Beautiful May (Thany You Allah for the Best Man)

Buat Ibu, bulan mei ini penuh berkah dan membahagiakan... Selain karena memang bulan ini adalah ultah pernikahan Ayah & Ibu, juga banyak rejeki tak terduga bulan ini. Banyak bersyukur dan nggak lupa bersedekah tentunya. Sepertinya Allah mengetahui apa keinginan kami dan mengabulkannya. Alhamdulillah.

Setelah memilih jadi ibu rumah tangga, sering ada rasa bete, kesel karena ilmu yg didapat susah payah selama kuliah (yang aku jalanin sambil kerja, pulang kerja baru kuliah malam), biasa berangkat kerja, pulang kantor semua kerjaan rumah sudah beres, masakan sudah tersedia, sekarang.....semua harus disiapkan sendiri. Mulai bangun pagi masak air untuk kopi Ayah, nyuci baju, sambil nunggu adzan subuh. Setelah sholat Subuh, mulai deh berjibaku di dapur menyiapkan sarapan untuk Ayah dan anak2 tercinta, menyiapkan bekal sekolah buat mbak Alya & Ghina, spy makan siang tidak perlu jajan. Kebetulan anak-anak tidak susah bangun pagi, jadi kalau jam 5 Ibu bangunkan mereka langsung bangun, mandi sholat Subuh. What a nice kiddos.. Apalagi ade Ghina, bangun langsung mandi, nggak pake diem dulu hehehe.....

Anak-anak dijemput jam 6 pagi, mulai deh siapin baju kerja Ayah, kasih sarapan, Ayah berangkat. Habis itu baru deh Ibu sibuk ngerjain urusan rumah. Jemur baju, nyapu ngepel, bersih2 rumah, dll deh. Jarang bisa duduk diem di depan komputer, atau santai2 nonton tv. Karena hari2 tertentu Ibu harus pengajian atau urusan sekolah. Makanya kalo ada yang bilang ibu rumah tangga itu perkerjaan gampang, aku pasti akan duluan bilang, "Big NO.....!!!" Jangan pernah meremehkan pekerjaan seorang ibu rumah tangga, karena selain harus mengerjakan kerjaan rumah tangga (yang menurut sebagian besar orang itu kerja seorang pembantu), ngurusin anak2 mulai dai mandi, makan, belajar. Makanya ibu rumah tangga itu harus pintar!! Supaya bisa ngajarin anak2nya di rumah, ketimbang ngabisin gaji suami untuk ngelesin anak2, lebih baik punya kepintaran kita manfaatkan buat anak2 kita kan? Alhamdulillah dengan kemampuan matematika Ibu yang diatas rata2 (ehhmmm...) dan juga bahasa Inggris yang lumayan canggih (hehehehe....), Ibu memilih mengajari mereka di rumah. Selain lebih bisa mengontrol anak2, waktu belajarnya bebas, mereka bisa tanya apapun sepuasnya. Apalagi pelajaran kelas V yang setara kita SMP dulu, bikin mbak Alya ngos-ngosan mengejar, jadi Ibu harus pelan-pelan ngajarin. What a wonderful life kan? Insya Allah kalau kita ikhlas, amalan kita bertambah, jalan utk menjadi bidadari Surga pun makin luas. Amin YRA.

Bulan Mei ini, 12 tahun lalu Ibu belajar melakukan pekerjaan seorang perempuan, karena setelah menikah langsung mengontrak rumah sendiri, mengerjaan semua sendiri. Sampai dulu pertama kali harus masak, Ayah bawa ikan mas pulang, minta Ibu harus bersihin ikan. Waktu menghadapi ikan, Ibu binggung sekali harus diapain, gimana cara bersihinnya. Tangan kanan kiri Ibu bungkus dengan plastik, dan menangislah.............T_T. Karena memang nggak tau harus diapain hehehe... Ayah dateng, dan mulai membersihkannya. Sampai sekarang pun kalau beli ikan dan belum dibersihkan sama penjualnya, Ibu selalu minta Ayah bersihin. Kadang bantuin Ibu nyikat kamar mandi, berdua kita nyikat dapur karena diacak2 tikus, masih banyak lagi deh pekerjaan rumah yang dilakukan Ayah. Love You Honey..... Lelaki hebat kiriman Allah untuk keluarga kami. Berharapnya sih, tidak ada perempuan lain di hati Ayah selain kami bertiga, Ibu, mbak Alya & little Ghina. Amin ya robbal alamin.

Walaupun percaya Ayah tidak akan mengecewakan kami, insya Allah, tetap ada rasa curiga, cemburu. Mungkin dari Ayah tidak, tapi dari perempuan lain kan mungkin aja, karena Ayah tuh orang yang baik, perhatian, supel. Kadang kan perempuan lain mungkin mikirnya lain ya? Karena dulu pernah ada yang cemburu waktu Ibu akhirnya menikah sama Ayah, tapi Ibu percaya jodoh, pertemuan kami karena kehendak Allah, pernikahan kami pun juga. Setiap Ayah pergi keluar kota untuk hunting foto, kami selalu berkomunikasi via sms atau telpon. Jadi rasa curiga/cemburu Ibu bisa dikurangi dikit kan hehehe.... Dan karena seringnya Ayah keluar kota, menjadikan Ibu harus kuat & perkasa, seperti pasang keran bocor, pasang lampu, kadang motong pohon yg rantingnya mengganggu karena terlalu tinggi, dan itu mengharuskan Ibu naik tangga lipat kami (padahal Ibu aslinya takut tinggi). But thats' life kan? Harus ada imbal balik. Makanya Ibu berharap kami bisa mewujudkan mimpi-mimpi masa depan kami bersama. Amin.

Thank you Allah for sending me the Best Man, thank You for the great family we have, thank You for every nice moments in our lifes. I love them all because of You, Allah. Amin.

Monday, May 23, 2011

Baru mulai lagi...

Baru mulai nulis lagi nih, padahal hasrat untuk nulis mengebu-gebu, tapi apadaya waktu yang tidak mencukupi.

Semoga bisa menulis lagi, sekedar menceritakan tentang Alya & Ghina, dua malaikat kecilku, dengan segala tingkah polahnya yang kadang membuat mata melotot, tawa ceria, haru, dll deh.

Love you all, Honey Bunny....

Happy 12th Anniversary

Hari ini 12 thn yg lalu, saat kau ucapkan ijab kabul di Mesjid Tebet Mas, Tebet, Jaksel. Pertemuan yang singkat, lamaran, menikah. Tidak sampai 1 tahun perkenalan, kita menikah, dan maksa gak bisa mundur dr tanggal ini. Setelah melalui doa & sujud panjang tiap malam, bermunajat pada Allah, akhirnya Allah mempertemukan kami beberapa hari sebelum Idul Adha 1998, hanya karena sebuah VCD. Bertemu muka pada Idul Adha 1998, setelah itu tdk ada komunikasi. Kami mulai dekat lagi waktu kasus Trisakti & Atmajaya, Mei 1998. Waktu itu kebetulan aku berkantor di Sudirman, tiap hari berangkat & pulang kantor dgn perasaan waswas. Kami jadi sering komunikasi karena si Ayah sering telpon just to say, hati2 ke kantor ya? Malah waktu Ayah blm mengucapkan mau gak jadi istri aku, justru Ibu duluan yang "nembak" si Ayah... Mau ngapain deketin anak gadisku hehehehe.... Anaknya aja blm tau, suka atau enggak, Ibu malah udah duluan. Ya pasti kaget jugalah ayah hehehe.... Tapi akhirnya Lebaran 1999, Ayah menyampaikan niat mau ngelamar bulan Maret nanti. Hua.... kaget pastinya... kami kan baru kenal 8 bulan, baru dekat sering ngobrol sekitar 5 bln yang lalu. Tapi entah karena memang sudah jodoh, semua serba cepat dan Alhamdulillah lancar. Amin YRA.

Dan kami menikah pada 23 Mei 1999....

Rasanya lega, haru bercampur takut. Bukan menjalani hidupnya yg takut, tp hari itu bertepatan dengan kampanye PDI (sekarang PDIP). Berpikir dateng nggak ya para undangan. Sampai keluarga Ibunda bilang suruh menyiapkan plastik buat bungkus makanan kalau sisa (T_T... sedihnya kalo inget kala itu...). Tp Alhamdulillah undangan dateng semua, sampai makanan habis gak tersisa. Alhamdulillah ya Allah.... Banyak halangan dr keluarga Ibu wkt itu, krn suami orang Sunda dan aku keturunan Jawa (gak berani bilang org Jawa krn gak pernah pulang ke Jawa hehehehe....). Wkt itu 2 minggu sblmnya, pas tau hari H adalah jadwal kampanye PDI, keluarga Ibu minta diundur sehabis pemilu, bingung pasti, undangan udh tercetak, malah utk yg jauh sdh kita kirimkan, gedung sdh fix, masa hrs mundur dgn kasih tau semua bahwa diundur...? Kata suami (dulu calon hehehe....), kita Bismillah aja, lanjut, Insya Allah kalau niat kita baik semua pasti lancar. Amin. Alhamdulillah memang semua lancar. Tapi hal ini masih menyisakan berbagai omongan di belakang, di kalangan saudara2 Ibu, kenapa gak mau mundur, jangan2 sudah isi duluan (isi nasi sama lauk pauk mah pasti, Bu hehehehe...), yg sedihnya Ibuku sendiri percaya kalau aku sudah hamil duluan. Astaghfirullah.... Tapi aku menghadapi itu dgn tenang, tdk memberi tahu suami. ibu dan bude2 sibuk berhitung. Silakan.... tapi maaf kalau aku mengecewakan kalian, putri pertama kami lahir 10 bulan lebih 1 minggu dari hari pernikahan kami (waktu nikah aku habis mens 1 minggu sblmnya).

Hamil putri pertama kami, aku lalui dgn penuh perjuangan, rumah - kantor, Ciputat - Sudirman, harus kulalui dgn naik bis. Tapi karena aku terbiasa mandiri dari dulu, gak masalah, gak menjadikan aku manja. Malah kadang temen pulangku, Diana, yang suka teriak2 kalao aku lari2 ngejar bis pas mau pulang hehehe.... Diana selalu bilang, "Wi...hati2, jgn lari2.... Elu nekad banget sih lagi hamil lari2". Thanks ya Di, utk perhatiannya..tp kalo gak lari2 gak dapet bis kan? Bisa2 malah gak dpt duduk, maklum cowok2 itu kalo di dlm bis atau kereta ada ibu hamil malah pura2 tidur, gak mau kasih duduk. Jadi akunya yg harus perkasa. Alhamdulillah selama hamil tdk manja, jarang mual, jd berdiri Sudirman - Blok M jd gak masalah. Di blok M baru bisa duduk krn banyak yg turun ^_^. Pulang ke rumah dgn kaki bengak, tapi bahagia karena suami sudah menunggu dengan seember air hangat yg dicampur garam utk merendam kaki. Bahagianya..... Terima kasih, sayang.....Begitu putri pertama kami, Alya, lahir pada Februari 2000...suami dipindah ke kantor pusat, Gajah Mada. Kami beli motor supaya lebih cepat pergi & pulang. Begitu aku masuk kerja lagi, tiap pulang pasti dijemput.Perjuangan panjang Pondok Cabe - Kota.

Tahun 2002, aku hamil anak kedua. Pergi & pulang kantor aku lalui dengan membonceng motor, Alhamdulillah kehamilan kedua lebih kuat, lebih enak. Tidak pernah ngidam, mual, kaki bengkak dll. Padahal Sabtu masih harus ke kampus STAN Bintaro utk menyelesaikan Brevet A & B. Lumayan kan Pondok Cabe - Bintaro. Sepertinya mengerti bahwa Ibunya harus menjalani semua ini. Belum lagi suami yg sering keluar kota utk urusan kantor, dlm 1 bulan bisa 2x perjalanan, dengan waktu 4 - 7 hari. Alhamdulillah, November 2002 putri kedua kami, Ghina lahir..... bersyukur karena semua baik2 saja. 2 bulan setelah kelahiran Ghina, Alhamdulillah kami bisa membeli rumah sendir, walaupun rumah mungil, tapi kami beli dengan penuh perjuangan, hasil keringat kami sendiri. Makanya sewaktu sudah mau habis masa cuti melahirkan, Ayah mengucapkan lagi keinginannya, sudahlah mau berhenti kerja aja, ngurusin anak2(ini adalah permintaan yg kedua, yg pertama diucapkan waktu Alya lahir). Tapi maaf, sayang.... karena keegoisan aku, aku lebih memilih mencari orang utk mengurus anak2 ketimbang aku sendiri yang mengurus mereka. Maafin ibu ya kiddos....

Sekarang aku sdh menjadi ibu rumah tangga seperti keinginan suami, insya Allah bisa menjadi istri & ibu sholehah, bisa menjadi bidadari Surga seperti janji Allah kepada setiap muslimah. Semoga pernikahan kami langgeng, semoga kami bisa mewujudkan mimpi - mimpi kami. amin Ya robbal alamin.

Dan sekarang sebagai istri dari seorang suami yg mencintai dunia fotografi, harus banyak bersabar ketika suami minta ijin untuk membawa istri kedua & anak2nya (baca Nikon dan lensa2nya, mulai dari 18-70mm, 18-200mm, 17-50mm, 50mm, 135mm, 500m. Fiiuuhhhh smp hafal deh hehehe....) jalan2 keliling Indonesia, mengabadikan gambar2 yg merupakan hobby-nya. Mulai dari Batam, Padang, Palembang, keliling Jawa udh pasti, Kalimantan, Manado, Ambon, Bali. Meninggalkan kami bertiga di rumah, bahkan terkadang melewatkan beberapa peristiwa penting anak2nya, tp Alhamdulillah aku selalu bisa mengatasi semua ini, karena memang tidak pernah membiasakan utk manja, asalkan sudah mengantungi sebuah ijin dari suami, buat aku sah aja aku mau pergi kemana asalkan benar. Mengajak jalan2 anak2 selama suami di luar kota, menemani mereka menonton film di PIM, mengantar dan menjemput anak2 kalau ada acara sekolah, sampai ke Bogor pun aku jalani walaupun naik motor hehehe....

Terima kasih Ayah, sudah sangat mengerti aku, memberikan dukungan, membahagiakan aku lahir & bathin, menyayangi aku dengan caramu.

Terima kasih Allah yang sudah memberikan lelaki terbaik buat ku, bukan yg terbaik menurut aku, tapi terbaik menurut Allah. Terima kasih atas segala yang Kau berikan.

Love you much Honey....

Saturday, August 21, 2010

Busy Week

Kalau waktu itu judulnya Busy Day sekarang Busy Week, karena super sibuk dan heboh sepanjang minggu, lebih mungkin...^_^

Senin 2 Agustus, Ghina sakit, biasa panas lagi pulang sekolah. Rewel, manja, dll deh.

Selasa 3 Agustus ulangan minta ditungguin, selesai ulangan pulang cepet. Rabu, Kamis, Jumat masuk seperti biasa. Cuma kasih tempra aja sama banyak minum air putih.

Jumat 6 Agustus, ayah pergi ke Surabaya. Biasa hunting, mau ke Bromo sama Jember.

Sabtu 7 Agustus, mbak Alya pesantren Ramadhan di Bogor. Tadinya dia nggak mau berangkat, karena masih suka ngompol hehehe... Ibu sama ade anterin ke sekolah. Tungguin sampai berangkat baru deh kita pulang. Sepanjang malam mbak Alya sms terus, katanya pusing, panas, nggak bisa tidur. Akhirnya sms gurunya bilang kalau Alya panas. Setelah gurunya bilang sudah dikasih obat agak tenang.

Minggu 8 Agustus, mbak Alya beneran sakit, dari pagi sms & telpon terus minta Ibu dateng kesana. Padahal Ibu belum tau tempatnya. Dan pdhl di rumah lagi ada acara ultah Eyang, sekalian ketemuan mau puasa. Ibu udah masak & buat kue ultah juga. Akhirnya Ghina ambil alih urusan rumah, dia bantuin susun kue2 di piring, siapin & ngelapin piring, gelas dan sendok. Sampai dia bilang, ya udah Ibu pergi aja tengok mbak, nanti Ade yang jagain Eyang. Tadinya mau tengok kesana agak siangan, sekalian naik taxi. Tapi karena kata pakde depan rumah deket kok tempatnya, ya udah Ibu telponin semua ojek langganan & yang bisa cuma mas Yanto. Ya sudah naik ojeklah Ibu ke Bogor (lupa nama tempatnya), kalo gak salah ke Pusdiklat Depdagri, Bogor. Ternyata jauh banget booooo............. Sampai sana niatnya mau pulang dulu nanti agak malemam naik taxi dari rumah baru jemput mbak Alya, tp liat kondisi dia seperti itu gak tega juga. Telpon Ayahnya, ternyata sakit juga disana, gak bisa mikir katanya, terserah Ibu. Wallaaahhhh.....pusing. Akhirnya tuker pikiran sama mas Yanto. Katanya, bawa pulang aja sekarang kak, naik ojek bertiga pelan2. Ya udah Ibu pikir nanti sampai parung kalau ada taxi, baru naik taxi sampai rumah. Sampai Parung hujan lagi...waduh gimana ya? Akhirnya nekad dengan ojek kita pulang, Alhamdulillah selamat sampai rumah, walaupun pantat Ibu sakit, kaki pegel karena duduk hanya diujung, pijakan kaki hanya sedikit. Tapi demi mbak Alya gak apa-apa deh. Sampai rumah acara ketemuan udah selesai, Heru sekeluarga udah pulang, Abi sekeluarga juga sudah pulang. Capek, pegal, menyisakan rumah berantakan pula hehehe... Mana mbak Alya sakit, Ghina pun mulai panas lagi.

Senin 9 Agustus, Ayah pulang dengan kondisi badan panas, pucat, kepala sakit katanya. Sampai dipegang aja sakit. Jadi Ibu punya 3 pasien anak kecil nih hehehe.... karena Ayah kalau sakit lebih parah dari anak2 manjanya....

Selasa 10 Agustus udah dibilang gak usah ngantor tapi nekad, gak taunya harus periksa lab. Dan hasilnya positif DB. Harus masuk RS sekarang juga. Pusing 200 keliling tapi Alhamdulillah akal sehat Ibu masih jalan. Langsung telpon nenek, mohon supaya bisa temanin anak2 dan eyang di rumah. Karena besok awal puasa, kasihan Eyang & anak2 kalau tidak ada yang masakin. Siapin baju, anak2, langsung telpon taxi. Ayah nggak sabaran jadi Ibu terpaksa minta bantuan mas Yanto lagi untuk cari taxi. Sampai sana masuk UGD, langsung harus rawat inap. Karena dapetnya kelas I, sekamar berdua jadi Ibu nggak boleh nginep tp pulang malem. Karena menurut peraturan RS, kalau sekamar berdua, gak boleh ditungguin sama cewek walaupun istrinya sendiri. Pulang sendiri jam 9-an malem, bersyukur masih ada taxi di depan RS Cinere.

Rabu 11 Agustus, bangun jam 2.30 siapin sahur, makan, beres2, sholat subuh, nyuci baju, nyapu ngepel, tidur sebentar, ke RS bareng Ghina. Karena mbak Alya masih panas jadi Eyang nemenin mbak Alya di rumah. Ibu berangkat ke RS, Nenek dateng. Alhamdulillah. Terima kasih banyak ya, Nek. You're the best. Disana Ade tiduran aja disamping ayahnya. Agak siang dia minta makan. Ibu ajak ke Mal Cinere, sekalian beli sari kurma sama jus jambu buat Ayah. Kita sampai sana teman-teman kantor Ayah besuk. Ayah pindah kamar jam 3-an, kita pindah ruang VIP, supaya enak aja kalau anak-anak dateng. Ghina tidur terus, badannya agak panas, makanya Ibu anterin Ghina pulang jam 17.30, buka puasa, mandi, makan. Jam 8 malem ke RS sama ojek langganan, mas Yanto. Sambil bawa baju ganti, makan sahur dan kopi pastinya. Hehehe....ini yg gak boleh ketinggalan, kalau gak Ibu pasti lemes puasanya.

Kamis 12 Agustus, sahur di RS. Jam 9-an pulang naik angkot. Ibu pikir tekor juga kalau naik taxi atau ojek terus kan? Iseng aja mau naik angkot, tanya sama ibu penyapu jalan, angkot yg ke arah limo nomor berapa. Sampai lereng, naik ojek ke lapangan terbang Pondok Cabe, baru naik angkot lagi sampai Wates. Pulang deh. Beres2 di rumah, kakek & nenek dateng., kaget juga. Ibu ke kumon kasih PR sekalian ijin mbak alya nggak les, karena sakit, pulang bawa taxi. Kakek, nenek, eyang, nek ihat ke RS duluan. Ibu, mbak, ade belakangan, tunggu taxi lain. Sampai sana periksa mbak Alya & Ghina ke dr. Fajar. Disuruh tes lab. Sambil nunggu hasil tes kita beli buka puasa buat semua. Hasil Ghina positif dengue, harus rawat. Mbak Alya agak rendah juga, tapi karena sudah ngagk terlalu panas jadi dokter nggak suruh rawat hanya dikasih obat. Saat itu kayaknya jantung Ibu serasa terbang, pikiran kalut, tapi Ibu nggak boleh stres, harus tetap tenang. Akhirnya cari taxi, bawa mbak Alya, kakek, nenek, nek Ihat & Eyang pulang. Sementara Ibu tetap di RS krn ade Ghina ketiduran, jd deh Ghina nginep di RS sama Ibu. Ibu beli makan jam 8 malem buat sahur (Ibu aja sampai lupa makan buka puasa). Malam2 pakde Ari, pakde Wi, pak Dedi, pak Hermanto dateng, sampai bilang mau bawa Ghina pulang nggak? Tapi karena Ghina nggak mau ya udah kita nginep. Titip obat aja buat mbak Alya.

Jumat, 13 Agustus sahur jam 2.30, Ghina makan sekalian. Alhamdulillah pagi Ghina udah sehat, mandi, sarapan bareng ayah. Pulang dulu sama Ghina naik angkot. Niatnya mau buat kue, tapi ayah telpon udah boleh pulang. Balik lagi ke RS, urus admin terus pulang. Sorenya langsung buat kue, tidur sebentar, malam hias kue. Capek banget deh beberapa hari ini.... Badan kayaknya lemes banget. Tapi bersyukur, Alhamdulillah semua sudah mulai sehat.

Sabtu, 14 Agustus, habis sahur kakek nenek pulang. Sampai siang Kurir yang mau ambil kue nggak dateng, panik mode on deh.... Telpon bang Kawil, jadinya antar kue naik ojek deh, padahal mata ngantuk banget. Alhamdulillah semua beres, yang pesen kue juga puas.

What a busy week.... lelah tapi berharap tetap sehat. Amin YRA

Alhamdulillah lagi Nenek Ihat masih mau tinggal beberapa hari lagi, jadi lumayan ada yang bantuin beres2 rumah. TErima kasih ya Nek...

Terima kasih Allah atas nikmat yang kau berikan. Dengan sakitnya kami sekeluarga masih bersyukur bahwa Engkau masih sayang pada kami. Alhamdulillah

Super Duper Wonder Woman

Narsis dikit boleh kan...?? Sebetulnya pernah nulis ini udah lama banget waktu itu dalam rangka hari Kartini kalau nggak salah, tapi ke hapus. Jadi nulis ulang deh, walaupun nggak sama kayak yang waktu itu. Lagian udah lama banget nggak sempat nulis blog ini, karena kesibukan rumah yang ngak bisa ditinggal ^_^.

Kenapa Ibu kasih judul Super Duper Wonder Woman? Mau narsis dikit, karena Ibu merasa seperti itulah kehidupan Ibu sekarang. Hampir tidak ada hari tanpa sibuk, tanpa teriakan di rumah, tanpa heboh pagi hari, tanpa seruan untuk belajar setiap hari, dll, dll deh. Yang mbak Alya dan ade Ghina sudah hafal sekali. hehehe.... Maaf ya Nak, bukan mau marahin kalian setiap hari, tapi Ibu hanya ingin kalian disiplin, mandiri tanpa bantuan orang lain, tegas dan pintar pastinya. Amin.

Rutinitas Ibu tiap hari tuh, bangun jam 4.30 kadang lebih 10-15 menit, sholat, siapin bekal buat mbak Alya dan ade Ghina, bikin sarapan buat Ayah, mbak dan ade. Suruh mereka pada mandi sendiri, bantuin pakai baju, suapin mereka sarapan biar cepet, nyurun pakai kaus kaki, sepatu & kerudung, dll deh. Pokoknya kalau pagi ada kehebohan yang rutin, ditambah teriakan Ibu, "ayo cepat, sebentar lagi pak Bambang dateng... Mbak, ade, udah selesai belum?" Apalagi tiap pagi mbak Alya ada "ritual khusus" yang nggak bisa ditinggalin hehehe... Maksudnya tiap pagi harus BAB (maaf...) dulu. Ya udah deh, Ibu tiap hari musti teriak, "Ayo 5 menit lagi!", atau "3 menit lagi mbak, cepet". Tapi kehebohan selesai jam 6.15, karena jemputan datang jam segitu hehehe... Lega sedikit deh. Baru nunggu Ayah berangkat jam 6.30.

Setelah semua pada berangkat, baru deh, bersih-bersih rumah, nyapu dan ngepel, nyuci baju & nyuci perabotan bekas buat sarapan dan bekal. Udah itu diakhiri dengan acara jemur baju, baru deh mandi, setelah mandi keringat pagi-pagi hehehe....

Selesai semua itu kira-kira jam 10-an, istirahat sebentar, mulai deh masak buat makan siang. Alhamdulillah mulai Juli ini, ade Ghina pulang siang, jadi jam masak makan siang bisa di pindah, tapi tetap kalau Eyang lagi ada di rumah, Ibu masak. Biasanya kalau sendiri jam segitu mulai deh buka komputer, kadang rekapin pelajaran anak2. Entah itu IPA, IPS, Kewarganegaraan (PKN), Kemuhamaddiyahan (KMM) dan Matematika. Karena dengan buku yang begitu tebal dijejali ke anak-anak sekolah dan harus selesai dalam 1 semester. Nggak ngebayangin deh gimana otak kecil mereka penuh dengan pelajaran yang mungkin kita dulu baru dapat kelas 6 SD atau SMP. Jadi dengan Ibu rekapin, minimal mereka bisa belajar lebih cepat, karena hanya membaca yang penting-penting saja.

Acara Ibu selanjutnya, sehabis sholat Dhuhur, nyetrika dong..! Sambil nungguin mbak Alya dan ade Ghina pulang. Setelah mereka pulang jam 15.15, kadang jam 15.30, nemenin mereka ganti baju, tanya ada apa di sekolah, di jemputan, bercanda dengan mereka sembari mereka melepas lelah. Buat Ibu yang penting adalah komunikasi harus berjalan, Ibu selain harus dihormati juga harus bisa jadi sahabat buat anak-anak. Apalagi mereka perempuan, jadi mulai sekarang Ibu sudah mulai ceritakan tentang menstruasi, perubahan tubuh perempuan, tapi masih dalam batasan pikiran anak-anak. Karena kalau kita jelasin yang njelimet pasti belum masuk dalam pengertian mereka. Dan yang penting buat para Ibu adalah sabar dan tenang. Kenapa? Karena umur 7 - 12 tahun pasti banyak pertanyaan dari mereka. Kenapa perempuan harus mens, kenapa laki-laki harus disunat, kenapa kok yang hamil cuma perempuan, gimana bisa hamil, kalau melahirkan lewat mana, dll.. Wuaahh...pokoknya pertanyaan ajaib pasti terlontar dari mulut kecil mereka. Bersyukur sedikit, di sekolah mbak Alya dan Ghina ada pelajaran Keputrian, disana diajarkan juga pengetahuan seperti yang mereka tanyakan, jadi Ibu agak terbantu sedikit tentang keingin tahuan mereka.

Menjelang sore, sehabis Ashar, baru deh Ibu siap2 mau masak buat makan malam. Nggak lupa beres2 rumah (walau terkadang kalau sudah capek, udah lah...nggak bersih-bersih. Paling yang ada pas Ayah pulang kantor, baru deh bersih-bersih). Sehabis Maghrib biasanya mabk Alya & Ghina belajar, Ibu temenin mereka. Makan malam selesai lanjut lagi belajar, jam 9 malam tidur deh. Mereka tidur bukan berarti tugas Ibu selesai kan? Masih harus siapin bahan untuk masak bekal besok, baju seragamnya, terakhir nonton deh. Karena udah capek seharian Ibu nggak mau nonton yang serius, mending cari hiburan yang bisa bikin ketawa, bukan promosi lho, paling sering sih nonton OVJ sama Bukan Empat Mata. Lucu aja, walau kadang agak ngeselin juga hehehe... Baru deh jam 11 atau jam 12 malam tidur.

Rutinitas ini Ibu lakukan kalau tidak ada pesanan kue, kalau pas ada pesanan kue, rutinitas itu menjadi bertambah. Belum harus pergi beli bahan kue (kalau ada stock fondant atau butter cream holmann yang tinggal kocok, Ibu nggak perlu pergi), buat kue 1 hari sebelumnya. Yang berarti bertambah cucian kan? Udah itu kalau ngehias kue, malam hari setelah mereka tidur, jam 10 mulai ngehias. Kalau kue besar lebih cepat menghiasnya, kalau cupcake, makan waktu lama deh. Kadang baru tidur jam 1 atau jam 2, udah itu esoknya harus siap dengan rutinitas harian. Apalagi kalau ada yang pesan wedding cake tingkat atau paket cupcake, wuuaaahhh..... bisa kayak kapal pecah deh rumah. Belum kalau ada yang ngajak besuk orang sakit, pengajian, atau arisan/kumpul-kumpul ibu-ibu Muhammadiyah. Ya Ibu kan juga perlu refreshing, biar bisa berhaha-hihi sama teman-teman Ibu kan? Bukan cuma komunikasi via FB aja ^_^.

Yah begitulah rutinitas yang melelahkan setiap hari tapi sekaligus menyenangkan, karena setiap saat bisa memantau mbak Alya dan Ghina. Makanya kenapa Ibu bilang kalau Ibu Wonder Woman, karena setelah dulu jadi orang kantoran dan sekarang alih profesi jadi Ibu rumah tangga profesional tanpa asisten pula, Ibu bisa menjalankan semua dengan baik. Alhamdulillah. Walaupun kadang masih ada kekurangannya, tapi tetap bersyukur dan berdoa sama Allah semoga makin hari kehidupan kami makin baik. Amin ya Robbal Alamin.

Sebetulnya sih, dari dulu waktu masih kerja juga sudah jadi wonder woman juga kan? Berangkat kantor jam 5.45, pulang sampai rumah jam 19.15 (paling cepat), udah itu masih harus ngajarin mbak Alya dan ade Ghina belajar, kalau ada pesanan kue buat kuenya malam, selesai jam 1 atau 2, tidur. Besok pagi mulai rutinitas ke kantor, dll deh. Jadi setiap Ibu juga bisa jadi wonder Woman, yang penting niat dan ikhlas demi buah hati tercinta, dan jangan pernah mengeluh. Siippp... Hidup Wanita Indonesia!

Maaf jadi panjang ceritanya.....

Sunday, May 09, 2010

What A Busy Day

Apa coba maksud judulnya hehehe... Bukannya setiap hari emang sibuk ^_^. Sebetulnya ini cerita kemarin, kebetulan, Ibu dapet pesanan kue ulang tahun pakai tiers, Alhamdulillah, dan harus diantar ke Cafe Wanna B. Dari Kamis udah nyicil buat kue dan hiasan. Jumat harusnya udah mulai menghias kue. Tapi (biasa selalu pakai alesan ^_^), karena banyak yang harus dikerjakan, tetap harus masak supaya perut para malaikat kecil tidak kelaparan dan rumah tetap bersih, Ibu nggak boleh lupa dong sama kerjaan rumah.

Udah beres semua kerjaan (kecuali nyetrika tentunya, kerjaan yang paling Ibu tidak suka hehe..), Ibu mulai warnain fondant sesuai pesanan, warna coklat tanah merah. Udah selesai, harusnya mulai menghias kue, tapi (alesan lagi nih..) karena badan udah nggak enak karena mau flu dan kepala mulai pusing, jadi jam 10 malem Ibu putusin tidur aja deh, Sabtu pagi aja ngejar ngehias kuenya. Jadi tidurlah...walaupun nggak tenang karena pikiran ke kue yang belum dihias ^_^.

Sabtu pagi setelah beres-beres rumah, bikin kopi buat Ayah dan susu buat anak-anak, Ibu mulai deh ngehias kue dan tiers-nya. Selesai jam 1 lewat, pas banget nggak lama Eyang dateng dari Cirendeu, habis nungguin yang motong rumput katanya. Ya sudah bilang ke Abi, kalau mita tolong anterin ke Radio Dalam. Jam 15.30 kita berangkat ke sana. Ibu ninggalin rumah dengan kondisi berantakan, baru sempat beresin peralatan dekor kue dan nyapu aja. Selesai susun kue di tiers-nya, ternyata yang pesan minta pakai lilin, Ibu lupa banget nanyain deh. Kacau! Akhirnya cari dulu ke pasar Mayestik, balik ke Cafe Wanna B kasih lilin, terus pulang deh. Ibu turun di perempatan Lebak Bulus, lanjut naik angkot ke rumah. Sempat turun dulu untuk beli makanan buat Ayah, mbak Alya dan Ghina.

Sampai rumah ganti baju, cuci muka terus siapin makanan buat makan. Pas Ibu lihat ke dapur, wuaahhh....bersih sekali! Tadi Ibu pergi meninggalkan rumah dengan kondisi dapur penuh setumpuk cucian piring, gelas dan alat dapur kotor. Pulang sudah bersih. Terima kasih Ayah. Mbak Alya dan Ghina juga bantuin bersihin kamar mandi dan ruang tengah. Terima kasih mbak Alya dan Ghina. Alhamdulillah ya Allah, Ibu diberi keluarga yang penuh pengertian, walaupun kadang Ibu nggak sempat masak, nggak sempat nyetrika, nggak sempat nyuci piring, tapi Allah sudah memberikan Ibu, Malaikat-malaikat yang selalu siap membantu Ibu, memberi berjuta cinta, berjuta senyuman. Terima kasih Allah. Nikmat Allah yang mana lagi yang akan Engkau dustakan...?

I love you Ayah, atas segala pengertiannya, atas nggak pernah protes kalau kondisi rumah nggak beres sepulang Ayang ngantor, atas nggak pernah mengeluh karena masakan Ibu yang biasa-biasa saja, you're the best. I love you my Angels, mbak Alya dan Ghina, atas pengertiannya kalau Ibu cuma bisa makasih telur kalau lagi sibuk, nggak bisa nemenin kalian main, nggak bisa denger celoteh kalian yang sibuk bertanya ini dan itu. Kalian adalah malaikat yang diberikan Allah kepada Ibu, malaikat yang penuh cinta dan tawa riang. Yang selalu bisa menghibur Ibu dikala capek, dengan segala canda tawa kalian. Maaf kalau Ibu belum bisa memberikan yang terbaik buat kalian ya? Ibu pasti akan lebih banyak belajar. I really love you all.