Wednesday, December 26, 2007

Jemput Eyang di KL

Jumat 21 Desember 2007

Jumat lalu Ibu pergi ke KL buat jemput Eyang. Udah 2 bulan Eyang disana, mungkin kangen juga sama cucu-cucu di Jakarta kali ya? Pesawat dari Jakarta jam 15.10, sampai KL jam 18.10. Tapi masih terang banget disana... Eyang, om Dimas, tante Iin, Kira, Ziya jemput Ibu di bandara yang khusus Air Asia.

Dari situ kita naik taxi ke KLCC, lihat Twin Tower malam hari. Keren ya?? Di menara kembar itu om Dimas berkantor. Dari jauh kita lihat, diatas Twin Tower itu ada awan, tapi ada sinar di awan itu. Tadinya tante Iin pikir itu sinar bulan, ternyata bukan. Karena bulan ternyata ada di seberang menara kembar itu. Apa karena cahaya lampu dari dua buah menara itu ya? Dari jauh bagus banget, apalagi ada jembatan penghubungnya.

Malam itu foto-foto dibawah Twin Tower itu, ada air mancur di depan KLCC. Terus jalan-jalan di Suria KLCC, makan di Penang Cafe. Ibu coba Nasi Lemak Ayam, tapi tukeran sama Eyang karena pesanan Eyang pakai ikan. Om Dimas pesan Curry Mee, tante Iin pesan Mee (apa ya lupa.. tapi rasanya seperti soto mie), Kira Ziya makan Fish Ball. Lucu banget deh gaya mereka.
















Pulang dari sana, Kira Ziya minta dibacain buku cerita. Mereka berdua cerita-cerita, seru juga lihat mereka cerita hehe... Kayak anak besar aja...


Sabtu, 22 Desember 2007

Pagi Ibu diajak keliling apartemen mereka, Serimaya Condominium. Bagus, ada kolam renang, playground, tamannya. Kita main sebentar disana, terus Kira Ziya pengen berenang. Balik sebentar ke rumahnya, ambil ban dan ganti baju renang, terus mereka berenang sama Mama dan Papanya pasti. Lucu banget lihat gaya dan tingkah polah mereka. Malu-malu dideketin tapi sebetulnya mau.














Dari sana, kita ke Beryl's beli coklat. Karena Eyang juga mau kasih oleh-oleh tetangga, Mak Apsoh sama Bu Jauhari. Tapi ternyata mahal juga ya...?? Dari situ kita ke Paviliun. Mau lunch disana, tapi Kira Ziya tidur. Kita makan Tepannyaki. Sampai selesai makan Kira Ziya belum bangun. Ibu kan dari dulu kalo makan nggak pernah bisa makan banyak, kecuali ngemil hehe... Kata Eyang, sayang nggak dihabisin.. Tapi gimana?? Cuma akhirnya bersyukur, karena pas Kira Ziya bangun, mereka mau makan. Ada bagusnya kan karena makanan Ibu belum habis?? Tapi maaf ya Nak, kalian jadi makan sisa Bude ya...?? Terima kasih banyak ya om Dimas dan tante Iin, soalnya Ibu ditraktir terus..jadi enak deh (^_^)

Disana kita lihat ada Cakwe, beli juga. Terus Eyang lihat kue-kue dan roti, beli juga. Padahal belum tentu kemakan ya? Ibu beli titipan teman kantor, tante Dinda, titip beliin perfume sama Vitamine E lip care di Body Shop. Emang lebih murah sih... Terus balik ke Serimaya lagi.

Main sama Kira Ziya, denger mereka cerita, terus gantian Ibu yang disuruh baca sama si kembar cantik ini. Senangnya main sama mereka, karena anak kembar itu sangat unik. Walaupun kembar identik, tetap sifat mereka beda dan itu sangat unik. Melihat mereka tumbuh besar dengan umur yang sama tapi dengan sifat yang berbeda. Belum-belum Bude udah kangen sama kalian nih...hiks..hiks.. Semoga Lebaran tahun depan kalian bisa pulang ya??


Minggu, 23 Desember 2007

Happy Birthday om Dimas. Hope you always be happy with all of your angels. Semoga sukses selalu, bahagia, banyak rejeki dan dilimpahi nikmat, rahmat dan berkah oleh Allah SWT. Amin ya robbal alamin.
Semoga hari per hari dalam hidupmu, selalu Allah limpahi nikmat dan rahmat-Nya.
Semoga hari per hari dalam hidupmu, selalu diisi dengan kenangan indah.
Semoga hari per hari dalam hidupmu, selalu penuh makna...
Amin.

Pagi ini kita naik LRT (bener nggak ya nulisnya??), semacam kereka jabotabek kita, tapi lebih bersih dan bagus (bukan bermaksud membandingkan ya..), ke pasar Datuk Keramat. Tante Iin beli roti canai. Ada canai biasa, telur sama boom. Enak semua, tapi menurut Ibu lebih enak yang boom karena asin. Kalau yang canai agak terasa manis sedikit deh. Tapi tetap enak, apalagi pakai kuah kari yummy...

Tante Iin beli daun pisang, duku, jambu, pisang kepok sama jeruk kecil. Sampai rumah Kira langsung minta duku,"dukunya mana mama.." Dan Kira makan dengan lahapnya. Ziya makan duku sedikit dan minta jeruk. Senangnya melihat binar bahagia dimata Kira Ziya..


Siangnya kita ke KLCC lagi, sebelumnya mampir di Ampang Park, beli kerudung, karena Eyang mau kasih oleh-oleh buat yang di Jakarta. Lihat-lihat sepatu, tapi nggak ada yang cocok. Kita lanjut ke KLCC, cari Vinnci Shoes, karena temen Ibu nitip. Sampai sana Ibu bingung, karena modelnya banyak dan menurut Ibu sih kurang bagus ya?? Tapi kenapa ramai ya? Dan kebanyakan orang Indonesia lho... Akhirnya dapet juga sepatunya, semoga tante Findy suka ya?

Habis itu Ibu cari pulpen dan pensil unik buat Alya Ghina, karena mereka lagi seneng-senengnya nulis dan gambar. Om Dimas ajak kita ke counter Petronas, banyak sih pernak-perniknya, tapi buat apa ya? Lemari pajangan diinget-inget udah penuh. Baju untuk Alya dan Ghina juga kok kurang anak-anak gitu hehe... Buat Ayah juga nggak beli apa-apa, takut nggak kepake, mending cari sendiri ya Yah?

Kita makan McD, Fillet o Fish. Nggak terasa udah malam dan udah banyak nih bawaan. Oh iya Eyang beli dodol duren sama cookies kelapa juga. Kita pulang naik LRT lagi, sampai deh di Serimaya. Udah malem juga ya?? Cuappeekk..tapi Ibu belum beresin baju, kan besok mau pulang? Udah kangen sama dua malaikat cantik Ibu. Kira malem ini nggak tau kenapa pengen tidur sama Budenya. They are so cute...



Ke Sawah

Memandang alam dari atas bukit
Sejauh pandang kulepaskan
Sungai tampak berliku
Sawah hijau terbentang
Bagai permadani di kaki bukit...















Kemana lagi kalau mau lihat sawah jaman sekarang? Sawah udah mulai hilang, di pedesaan juga sama, mulai menghilang. Dulu pemerintah gencar sekali melancarkan program penghijauan, tapi sekarang... jarang sekali sawah yang katanya hijau terbentang.

Alhamdulillah, Alya Ghina masih bisa lihat sawah di belakang komplek rumah kita. Bisa berlari bebas di pematang sawahnya, melihat kupu-kupu dan capung terbang bebas... Tapi sampai kapan ya Nak?? Karena katanya sawah-sawah itu sebentar lagi akan menjelma jadi apartemen, yang pasti akan membawa dampak bagi lingkungan komplek juga. Air tanah yang mungkin tercemar atau malah habis tersedot oleh mereka. Belum lagi sampah yang terbawa dari kali belakang komplek masuk ke aliran air di komplek, bisa-bisa menyebabkan banjir di dalam komplek kan? Tapi kita berdoa semoga, mereka sudah memikirkan semua itu. Amin.


Tapi Nak, kalian pasti tidak bisa lagi bermain di sawah dan kali itu lagi nantinya.. Makanya sekarang puaskan diri kalian bermain disana ya...

Monday, November 19, 2007

Ke dokter gigi dan Cinere Mall

Hari Sabtu pagi, Ghina minta buatin kue ulang tahun bentuk hati. Udah mbak Iya' berangkat sekolah, Ibu buat kue dengan direpotin Ghina hehe...maklum pengen kuenya dengan beraneka warna, mau warna ungu, pink, merah terus kasih hijau. Padahal tadinya Ibu mau buat Triple Chocolate Cake aja, jadi hiasan hanya coklat dan putih, tapi bukan Ghina kalau nggak pakai banyak warna. Ya udah Ibu turutin aja deh.



Habis jemput mbak Iya, kita siap-siap ke Cinere mau cabut gigi mbak Iya dan tambal gigi Ghina di Klinik Anakku Cinere. Sampai sana masih lama nunggu, lihat drg. Prita jadi kurus bangettt... Mau juga dong.. Disana Ghina main semua mainan yang ada, mandi bola, perosotan, ayunan kayu kecil, teriak-teriak. Sedangkan Alya diem aja, ketakutan kali.



Ghina baru pertama kali ini diperiksa, tadinya mau Alya dulu, tapi dia udah mau nangis. Ya udah Ibu suruh Ghina duluan, dan ternyata berani juga bocah kecil ini. Duduk diam dengan mulut dibuka. Waktu pertama kali dibor, matanya merem, takut kali dia hehe... Tapi lama-lama cuek aja. Disuruh buka mulut, kumur nurut aja. Emang jagoan kecil juga nih... Akhirnya dapat dua tambalan atas bawah, bulan depan lagi yang kanan.











Begitu mau mbak Iya, mulai nangis lah dia. Tapi kita paksa jadinya mau juga. Berani dong, Nak. Adikmu aja nggak nangis kok. Alya dicabut gigi kanan bawah, karena udah mulai tumbuh tapi gigi susunya belum lepas. Dengan ketakutan akhirnya lepas juga giginya.




Habis itu kita ke Cinere, beli buku, makan di KFC. Kita janjian sama om Heru dan tante Mirna ada yang mau kita omongin soal keresahan Ibu yang pernah Ibu ceritain disini. Pusing juga ya? Om Dimas juga nelponin dari malem 2 kali, pagi ini juga nelpon. Oh iya ada de' Abim, lucu banget, ketawa-tawa terus. Nggak sabar lihat kamu cepat besar deh, pasti lucu lari-lari, ngomong dengan ramai hehe...




Niat cuma beli sepatu mbak Iya karena udah rusak, eh Ghina yang ribut mau sepatu. Akhirnya beli sandal sepatu deh. Udah itu pulang. Nggak terasa udah jam 5 sore, ternyata kita pergi lama juga ya? Yang penting anak-anak seneng.




Minggu malam Ibu buat cup cake hias buat temen sekelas Ghina, nanti bisa dilihat di dapur kue Ibu ya foto-fotonya. Karena hari ini Ghina mau bagi cuma ke temen-temen sekelasnya aja, nggak mau dirayain, malu katanya.

Selamat Ulang Tahun Ghina

Selamat ulang tahun ke 5, ya Ghina sayang. Semoga jadi anak sholehah, anak berhati & berakhlak mulia, pandai, rajin dan berbakti sama Ayah Ibu. Amin ya robbal alamin.














Nggak terasa lima tahun berlalu, masih teringat 5 tahun lalu saat dirimu terlahir ke dunia ini. Putih, montok, tapi sakit-sakitan terus. Kadang panasmu sampai 40,9 derajat, yang membuat wajah putihmu semakin pucat, badan mungilmu yang terkadang menggigil kedinginan, karena Hb-mu memang rendah, hanya 9,2. Alhamdulillah, masa itu telah berlalu, perlahan kau menjadi bocah yang kuat walaupun tetap lemah gemulai hehe...











Walaupun sudah besar, tetap sifat manjanya tidak bisa hilang, mungkin merasa paling kecil, jadi suka mau menang sendiri. Kadang mbak Iya' kalau lagi enak hati lebih banyak ngalah, tapi kadang juga berantem. Gitulah anak kecil.. Emang "kekasih kecil" Ibu ini suka nggak sabaran kalau mau apa-apa, kalau kita minta ulang keinginan dia, marah deh.
Doa Ibu semoga hari-harimu penuh keceriaan, kegembiraan, senyuman, tawa canda, puaskan keingintahuanmu, bermainlah sepuasnya, ceriakan hari-harimu, Nak. Yang penting isi masa kecilmu dengan kebahagiaan, dengan senyum manis. Dunia akan tertawa melihat kalian tertawa bahagia. Dan kalian berdua harus kompak ya. I love you all, my little angels.

Dalam namamu, Ibu dan Ayah selipkan doa bagimu, semoga jadi anak yang "kaya" iman, kebaikan, baik hati dan tulus. Amin ya robbal alamin.

Ada cerita lucu, waktu mau tiup lilin Sabtu malem, kata mbak Iya "panggil Bude-bude aja yuk". Kata Ghina, "nggak mau ah, ade' malu. Kalo gitu nggak jadi aja deh". Terus Ibu bilang, "ya kalian berdua aja ya, nyanyi sambil Ibu foto". Baru deh dia mau. Dasar Ghina, kecil-kecil udah tau malu dia.

Lihat deh gaya mereka, terus rambutnya masih basah gitu. Soalnya kita kan baru pulang jam 5 sore, terus disuruh mandi malah main dulu. Jadi habis maghrib baru pada mandi deh, terus tiup lilin berdua aja.

Wednesday, October 24, 2007

Cimanuk

Jumat siang kita ke Cimanuk, rencana mau ngeliwet disana. Alya semangat banget, Ghina tadinya nggak mau ikutan, karena diceritain sama Alya disana enak, jadi pengen ikutan. Padahal Ibu udah seneng karena Ghina gak mau ikutan, Ibu males banget pergi kesana. Dalam pikiran Ibu pasti terjal, kotor, dll. Dulu waktu muda sih sering kemping, tapi sekarang udah tua males deh kalo harus pergi-pergi ke tempat kayk gitu. Lebih repot kali...


Kita berangkat habis jumatan, Alya seneng banget, semangat! Padahal jalanan ke Cimanuk itu curam banget, kemiringan 45 derajat, udah itu penuh daun bambu yang licin. Udah itu Ibu pakai sandal jepit, jadi licin deh. Alya turun sama temen-temennya, dengan takut-takut tapi tetap semangat. Kalo Ghina digendong sama mang Tatan hehe...















Disana de' Ari minta berenang, aa' Alfi juga berenang. Alya pengen ikutan tapi takut, Ghina juga tapi lebih nekat sedikit. Jadi Ghina dipegang sama mang Tatan, ikutan nyelam-nyelam dikit. Tapi tetap pakai baju. Ibu cuma ngikutin mereka aja, soalnya Ayah sibuk foto-foto. Padahal uwa Riska, bi Tuti sama bi Elin sibuk masak hehe... soal masak Ibu emang paling males. Gak lama Ibu suruh mereka ganti baju, terus kita makan nasi liwet sama ikan asin. Wuuaaaa...muantapp!! Bener-bener maknyusss deh. Di pinggir kali, dingin, makan nasi liwet hangat. Nikmat Allah yang mana lagi yang kau ingkari..?? Alhamdulillah kita masih bisa menikmati sebagian nikmat hidup dari Allah SWT, yang diberikan kepada kita. Karena itu Nak, tetaplah bersyukur pada-Nya, jangan pernah lewat untuk berdoa pada-Nya.










Selesai makan, kita pulang. Anak-anak mandi lagi, tapi air sumurnya udah pada kering. Semoga cepet turun hujan ya... Habis mandi pada main-main, Ghina ditinggalin. Mbak Iya jajan sama a' Alfi, de' Ary, teh Ima, tapi adiknya gak diajak. Kasihan...anak kecil. Dia pulang sambil bilang, "bu, mbak Iya kemana ya? udah ade' caliin(cariin) kok nggak ada ya, padahal ade' udah sampe' walung (warung) mang Dadang tapi gak ada juga..." Ya ibu suruh dia tunggu di rumah sampai mbak Iya dateng. Habis itu sampai Maghrib mereka main dirumah, cuma bilang ke temennya, nanti malem kita main ya, perpisahan. Duh, gayanya nih pakai acara perpisahan segala...

Habis maghrib ternyata hujan. Alhamdulillah... Tapi mati listrik. Kasihan anak-anak deh. Jadi mereka main gelap-gelapan. Lumayan lama mati lampunya... Ghina sampai ketiduran di kursi ruang tamu. Poor her..., capek ya nak? Alya sampai malem belum tidur. Mungkin karena gelap jadi nggak berani tidur. Pas udah pada tidur baru deh, Ibu beres-beres baju buat pulang ke Jakarta besoknya. Sedih juga ya harus kehilangan masa indah di kampung, tapi seneng karena biar gimanapun "Home sweet Home"... dan di Pondok Cabe kita Alhamdulillah nggak kekurangan air. Amin ya robbal alamin.

Kita pulang jam 8 kurang, sampai rumah jam 11.15. Cepat kan? Nggak seperti waktu berangkat kita sampai 8 jam di perjalanan.... Eyang udah tungguin kita dirumah, udah masak. Senengnya. Makasih ya Eyang, you're the best Mom in the world. Gak lama Eyang ke Cirendeu karena om Dimas sekeluarga dateng dari KL, Eyang pasti kangen banget kan...

Naik Kuda dan Ke Ciamis

Sabtu pagi kita mau ke Patrol, tapi pas kita mau pergi ternyata keluarga dari Patrol malah pada dateng semua. Soalnya kita nunggu Uwa Ongki sama Ua' Riska dari Garut kota dateng. Padahal Ghina udah semangat banget ke Patrol, karena dia udah bilang sama om-nya, mang Tatan kalau pulang dari Patrol mau naik kuda, nah begitu kita gak jadi ke Patrol dia sedih gitu...

Udah keluarga Patrol pulang, rencananya pada mau ke Leuwibeya sama ke Cimanuk. Tapi Ghina udah ngambek gak mau pergi. Ngamuk, nangis mau naik kuda. Repot deh... Jadi pada pergi tapi Ibu sama Ghina di rumah aja. Ghina tidur, Ibu nyetrika baju. Lumayan lama tidurnya, semua pada dateng, baru dia bangun. Itupun bangun karena Neneknya bilang ada kuda tuh, ade Ghina mau naik nggak? Langsung dia loncat dari tempat tidur, masih dengan mata ngantuk, langung manggil mbak Alya-nya, dan naik kuda(delman) sampai 3 kali hahaha... Ada-ada aja deh anak kecil ini...

Habis itu mereka ceria lagi deh. Alya cerita dia ke Cimanuk, jalannya terjal. Tapi dia kelihatan seneng, hope you are verry happy my girl..

Minggu pagi kita ke Ciamis mau jemput de' Ary. Diperjalanan Ghina tidur terus, Alya bercanda aja sama Aa' Alfi. Baru duapertiga jalan, Alya udah muntah, karena jalannya muter-muter. Kalo Ibu, udah minum antimo dong pasti hehe...(norak ya??).

Sampai sana pada seneng, main-main, lihat ikan, ayam petelur sama ayam pedaging (apa ya istilahnya untuk ayam untuk dipotong?). Mereka seneng banget, cuma Ibu ngantuk karena pengaruh antimo kali ya?? Kita makan ikan bakar, ikan goreng (ada mujair, belli, gurame), sama sambel terasi, sambel kecap. Enaknya....
Kita diajak mang Iwan lihat ayam pedaging di kandangnya, begitu Alya sama Ghina mau masuk, baunya...Ibu nggak kuat. Nggak lama mbak Iya mau muntah, langsung lari balik lagi, terus muntah deh dia..kasihan... Ghina juga gitu, tapi karena nggak sempat masuk, jadi cuma sempet kecium baunya sedikit..















Kita nggak lama disana, terus pulang jam 2-an. Tapi macet banget deh. Ghina tidur dipangku Ibu, mbak Iya nyandar di bahu Ibu, padahal Ibu duduk pun cuma sedikit. Pegel badan, panas pantat... Macet ternyata, kita diputer-puter, sampai rumah Kakek pas Maghrib...lama juga ya? Padahal Ghina udah pengen naik kuda lagi tuh, sepanjang jalan kalao ada tukang kuda dia lihatin. Kasihan kamu Nak.


Besok paginya baru bisa naik kuda lagi, tapi cuma sebentar, sore pun hanya 1 kali, itu juga karena mereka kelamaan main di sawah, jadi ketinggalan kuda. Udah itu besoknya nggak ada lagi kudanya. Kasihan deh Ghina, padahal dia masih pengen lagi, jadi terpaksa Ibu kasih alesan yang menurut dia masuk akal, supaya nggak minta naik kuda lagi...

Tapi tidak ada kudapun dia tetap bisa main yang lain, she's smart girl. Walaupun kecewa tapi bisa mengalihkan rasa kecewanya. Cuma disana pada banyak jajan, mbak Iya kalo minum minuman kemasan yang berwarna (maaf sebut nama, frutang, okky jelly, ale-ale, mountea dll), pasti deh perutnya bermasalah, selalu mencret. Jadi lumayan repot, karena di sana lagi musim kemarau, air kering, harus nimba baru bisa dapet air. Capek deh...hehehe..tapi seneng banget disana. Soalnya kalo ke Garut pas musim hujan, kasihan Alya dan Ghina jadi nggak bisa main.