Lebaran ini kita ke Garut lagi, maklum hanya bisa setahun sekali. Pulang pas malam takbiran, Kamis malam, kita ikutan lebaran hari Jumat. Berangkat dari rumah jam 8 malem, alhamdulillah lumayan lancar, begitu sampai Padalarang mulai merayap deh. Begitu keluar tol Cileunyi ke arah Cicalengka (yang banyak pabrik-pabrik itu), mobil mandeg gak bergerak. Jalan cuma sedikit-sedikit bergerak. Dari jam 23.30-an sampai jam 4 pagi baru terbebas dari Cicalengka. Huaaahhhh....perjuangan berat untuk pulang ke Garut.
Udah itu Ghina rewel aja, dia gak bisa tidur, sebentar bangun. Setiap bangun Ghina selalu tanya,"udah sampe lumah(rumah) kakek belum, Bu?". "Belum, udah tidur lagi aja". "Gak bisa tidul (tidur)..". Nanti ketiduran lagi, bangun lagi, rewel lagi... Ini salah satu kata-kata lucu yang bikin kita ketawa di mobil, "pelasaan(perasaan) ke lumah kakek gak sejauh ini deh, kok ini jauh banget sih..!!", kata Ghina sambil teriak. Ibu cuma bisa jawab, ini kan macet sayang, liat semua mobil gak ada yang jalan kan?. Terus dia jawab, "iya tapi ade' gak bisa tidur nih, capek". Hahaha..anak kecil Ibu ini, kalo udah ngomel kayak orang tua aja deh. Semua juga capek, de'..., cuma denger omongan dia kita jadi seger dikit deh. Alhamdulillah, mbak Alya malah tidur terus, bangun diem aja, tidur lagi. Good girl...
Pas kita udah sampai rel kereta (gak tau apa namanya) sebelum sampai Nagrek, baru deh lancar banget, gak ada macetnya, malah hampir gak ada kendaraan lewat. Nah disini baru deh Ghina seger, ngomong terus. "Gelap ya Bu? Kudanya ada nggak Bu?".
"Iya masih gelap kan baru jam 4 pagi".
"Kita nggak sahul ya Bu?"
"Kan udah lebaran, jadi nggak puasa lagi"
"Oh..jadi kalo kita ke kakek udah gak puasa lagi, boleh makan siang-siang. Ade' lapel nih Bu.."
"Iya, sebentar lagi kita sampai, nanti ade' makan ya yang banyak"
"Gak mau.."
Dasar si unyil ini kalo disuruh makan susah banget deh. Mbak Alya jadi bangun karena denger ocehan adiknya, akhirnya pada ngobrol deh berdua, terutama soal kuda (delman), mereka pengen banget naik delman, maunya yang banyak hehe...
Akhirnya kita sampai di Garut jam 5 pagi, udah mulai terang. Alya dan Ghina kelihatan seneng banget, ketawa-ketawa, teriak-teriak. Seneng ya Nak, bisa main sama teman-teman kalian lagi? Bisa bermain sepuasnya?
Bermainlah kalian sepuasnya, nikmati masa kecil kalian dengan cerita indah, jangan pernah lewatkan hari dengan kesedihan ya, Sayang... Dan teruslah bermain, sampai puas kalian terpenuhi, selagi bisa, selagi mampu Nak.
Alya dan Ghina minta mandi, habis mandi kita makan pagi menjelang siang (gak bisa dibilang sarapan kan? Soalnya udah jam 10 lebih). Ghina makan lumayan banyak. Udah itu Ibu suruh tidur karena mereka pasti capek dengan perjalanan 9 jam-an. Ghina tidur sebentar, bangun lagi. Alya bangun jam 2-an, Ghina malah tidur lagi. Bangun lagi jam 3 lewat, begitu turun dari tempat tidur, darah keluar dari hidungnya. Mimisan! Banyak banget lagi yang keluar, sampai habis 3 lembar tisu, darah ngucur deres dari hidungnya, Ibu suruh tiduran gak mau. Akhirnya dipaksa tiduran, begitu keluar darah kentalnya, baru deh mimisannya berhenti. Poor Ghina...
Sore habis mandi mereka sudah mulai main sama saudaranya, Teh Ima, anak mang Lili disebelah rumah Bapak. Terus sama teman-teman yang lain, teh Empi, teh Ade, teh Siti, teh Ida, teh Botol hehe...maaf..maaf... Soalnya Ibu nggak kenal sama mereka, cuma tau namanya aja
Wednesday, October 24, 2007
Wednesday, October 10, 2007
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1428 H
Suatu hari datanglah seorang pria ke hadapan sang Bijak, "Guru saya mempunyai banyak dosa. Saya telah memfitnah, membohongi dan menggosipkan orang lain dengan hal yang buruk. Kini saya menyesal dan ingin memohon maaf lahir dan batin. Bagaimana caranya agar Tuhan mengampuni semua kesalahan saya?"
Sang Bijak berkata,"Ambillah bantal di tempat tidurku. Bawalah ke alun-alun kota. Disana, bukalah bantal itu sampai bulu-bulu ayam & kapas didalamnya keluar tertiup angin. Itulah bentuk hukuman atas kata-kata jahat yang telah keluar dari mulutmu".
Meski kebingungan, toh akhirnya ia menjalani "hukuman" yang diperintahkan kepadanya. Di alun-alun ia membuka bantal dan dalam sekejap bulu ayam & kapas beterbangan tertiup angin.
Setelah selesai ia kembali menghadap sang Bijak,"saya telah melakukan apa yang guru perintahkan, apakah saya sudah diampuni?". Jawab sang Bijak,"kamu belum dapat pengampunan. Kamu baru menjalankan separuh tugasmu, kembalilah ke alun-alun dan pungutlah kembali bulu-bulu ayam yang tadi beterbangan tertiup angin".
Jadi tidak peduli beberapa kali kita memohon maaf, kata-kata yang yang pernah keluar dari mulut kita akan menggema selamanya. Memang, sebuah permintaan maaf di hari yang fitri ini bisa mengobati banyak hal. Namun agaknya kita juga harus mengingat bahwa semua itu tidak akan ada artinya, saat kita mengulangi kesalahan itu kembali.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1428 H
Mohon Maaf Lahir & Batin
Taqobballahu Minna wa Minkum. Taqobballahu ya Karim.
Minal Aidin wal Faidzin. Kullu amin wa antum fi khoir.
Agus, Dewi, Alya & Ghina
Sang Bijak berkata,"Ambillah bantal di tempat tidurku. Bawalah ke alun-alun kota. Disana, bukalah bantal itu sampai bulu-bulu ayam & kapas didalamnya keluar tertiup angin. Itulah bentuk hukuman atas kata-kata jahat yang telah keluar dari mulutmu".
Meski kebingungan, toh akhirnya ia menjalani "hukuman" yang diperintahkan kepadanya. Di alun-alun ia membuka bantal dan dalam sekejap bulu ayam & kapas beterbangan tertiup angin.
Setelah selesai ia kembali menghadap sang Bijak,"saya telah melakukan apa yang guru perintahkan, apakah saya sudah diampuni?". Jawab sang Bijak,"kamu belum dapat pengampunan. Kamu baru menjalankan separuh tugasmu, kembalilah ke alun-alun dan pungutlah kembali bulu-bulu ayam yang tadi beterbangan tertiup angin".
Jadi tidak peduli beberapa kali kita memohon maaf, kata-kata yang yang pernah keluar dari mulut kita akan menggema selamanya. Memang, sebuah permintaan maaf di hari yang fitri ini bisa mengobati banyak hal. Namun agaknya kita juga harus mengingat bahwa semua itu tidak akan ada artinya, saat kita mengulangi kesalahan itu kembali.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1428 H
Mohon Maaf Lahir & Batin
Taqobballahu Minna wa Minkum. Taqobballahu ya Karim.
Minal Aidin wal Faidzin. Kullu amin wa antum fi khoir.
Agus, Dewi, Alya & Ghina
Ramadhan Jangan Pergi
Tidak terasa sudah masuk hari ke 28 bulan Ramadhan, sebentar lagi purnama Ramadhan akan tenggelam, tergantikan dengan fajar Fitri. Hari yang suci, yang selalu kaum muslim nantikan. Semoga dosa kita diampuni, semoga amal ibadah kita diterima Allah. Amin ya robbal alamin.
Sedih ya Nak... Tidak ada lagi celoteh ramai kalian saat sahur tiba, tidak ada lagi suara ramai kalian menjelang berbuka (karena mau berbuka pakai makanan kesukaan kalian), tidak ada lagi langkah-langkah kecil setengah berlari menuju Masjid untuk Tarawih.. Bulan penuh barokah, bulan penuh rahmat, bulan penuh ampunan, dimana semua doa kita dikabulkan. Ibu hanya berharap diberi umur yang cukup dan kesehatan sehingga bisa menemani kalian selalu dan menjadikan kalian anak-anak yang sholehah, beriman dan selalu bertakwa pada Allah. Amin ya robbal alamin.
Alhamdulillah sampai hari ini mbak Iya' masih puasa, walau kadang suka bilang haus, lapar. Ada kejadian lucu Sabtu lalu. Mbak Iya' mau nyuci piring & gelas katanya, tapi gelas diisi air keran dan kemudian seolah berkumur, tapi kok lama-lama nggak dibuang ya? Whuaa....jangan ditelan Nak, itu air mentah, nanti sakit perut. Hehe..baru kali ini mbak Iya' nggak kuat puasa tapi tidak mau bilang kalo haus tapi minum air keran. Kasihan... Tapi Ibu dan Ayah bangga sama kamu, Nak. Kamu anak yang hebat dan makin dewasa, Ibu tidak perlu sampai marah untuk menasehatimu, cukup kasih penjelasan dan Alya pasti ngerti. Alhamdulillah. Doa Ibu selalu untukmu, semoga Allah selalu menjagamu, Cantik.
Lain lagi dengan Ghina, nggak puasa tapi tidak pernah mau makan, jadi kurus deh badannya. Tapi semangat sekolahnya makin besar, makin rajin belajar, walau kadang keras kepala tapi Ibu percaya suatu saat kamu akan mengerti kenapa Ibu selalu cerewet menasehatimu. Kalian semua Malaikat Kecil Ibu, kalian kebanggaan Ibu. Ibu mencintai kalian dengan segala kelebihan dan kekurangan kalian. I love you with all my life...
Ramadhan jangan pergi, kami masih rindu dengan kehangatan dan kekuatan Ramadhan. Akankah kami bisa bertemu lagi dengan Ramadhan lagi tahun depan...?? Insya Allah, dengan seijin Allah SWT, kita bisa bertemu lagi... Amin...
Thursday, September 20, 2007
Abim 2 Bulan
Ini foto de' Abim terbaru kiriman om Heru, lagi gaya sama Mama tercinta. Lucunya.... nggak terasa udah besar ya? Senyumnya manis banget..., sampai Ghina aja pengen banget punya adik yang mukanya seperti Abim. Kata Ghina,"Ibu buat adik yang lucu dong kayak de' Abim.." Ya, mana bisa mukanya kayak de' Abim? "Pokok mau yang lucu sepelti itu!", maksa dia dengan logat medoknya dan cadelnya itu. Kata Ibu, "ya kan udah ada de' Abim, pinjem aja. Atau Ghina yang nginep sana". "Iya nanti kalo libul (libur maksudnya) panjang, ade' mau ke de' Abim". "Kalo udah punya de' Abim, Ghina nggak boleh dipanggil ade' lagi dong...?". Ghina diem sambil buang muka hehehe...(katanya mau punya adik, tapi kok maunya dipanggil ade' terus?? hehe..(^_^))
Monday, September 17, 2007
Alya Belajar Puasa
Alhamdulillah, anak Ibu nggak terasa sudah besar. Perasaan baru kemaren mbak Iya' masih kecil, masih TK, sekarang udah kelas 2 SD. Sekarang udah mulai belajar puasa, dan Alhamdulillah Alya kuat puasa, walaupun beberapa kali bilang, "mbak haus bu, mbak laper bu.." Kasihan...tapi Ibu kan juga harus ajarin dia puasa, Ibu cuma bilang,"ya gitu rasanya puasa, cantik. Kalau mbak mau tau gimana rasanya orang-orang yang nggak punya rumah, pengamen, anak-anak jalanan, mereka nggak setiap hari bisa makan, kalaupun makan paling hanya 1 kali sehari. Untuk makan aja udah susah, hampir setiap hari mereka kelaparan. Kalau mbak mau tau gimana rasanya mereka kelaparan dan kehausan ya seperti ini, sayang. Makanya mbak harus sabar ya, kan cuma tinggal berapa jam lagi, harus kuat. Kalau lapar atau haus, tidur aja, insya Allah kuat deh".
Dan kenyataannya...alhamdulillah banget, Alya kuat puasa. Waktu hari pertama dia cuma sampai jam 2, hari berikutnya dia kuat sampai Maghrib. Begitu juga hari ke 3 dan ke 4. Mudah-mudahan hari ini Alya juga kuat. Amin. Kamu haru berjuang ya Nak, dengan menjalankan ibadah puasa, insya Allah akan memperdalam imanmu dan membuat pondasi yang kuat dalam dirimu akan keutamaan agama. Kalau imanmu sudah kuat, insya Allah akan jadi generasi muslimin yang kuat. Amin ya robbal alamin.
Ibu bangga sekali sama mbak Iya. Semoga jadi anak sholehah ya, Nak. Semoga Allah menjadikanmu anak yang baik, mulia dan kuat iman. Amin ya robbal alamin. I love you very much. Ibu sama Ayah nggak nyangka kalau mbak Iya' bakalan kuat, karena setiap hari kalau minum itu banyak banget, sedikit-sedikit pasti minum, kadang satu mug itu langsung habis sekali minum. Makanya nggak nyangka banget deh kalau mbak Iya' kuat puasa, ternyata malah kuat. Alhamdulillah ya Nak.
Malah Ghina yang suka iseng, "Nek, ade' laper banget nih, mau makan, cepetan ya?" kalau dibilang tunggu, jawabnya,"tapi ade' laper banget nih, perutnya sakit. Mau makan sekarang!". Kacau...padahal kalau bukan bulan Ramadhan, disuruh makan aja susah banget. Cuma 2-3 suap udah kenyang, eh, ini habis 1 piring. Dan makannya cepet banget seperti yang kelaperan banget. Aduh...kasihan banget kamu, Nak. Mau disuruh puasa kasihan...ini aja udah tambah kurus karena kalau mau makan, kita suruh Ghina makan di dapur karena takut Alya pengen juga. Bagusnya Ghina ngerti, makannya cepet, minum juga di dapur. Udah itu dia nggak makan apa-apa lagi, nggak minum lagi. Tapi tiap 3 jam bilang laper hehe...ada-ada aja si Unyil...
Nggak apa-apa ya, Malaikat kecil Ibu, kalian kan lagi dalam proses belajar. Semoga selama bulan Ramadhan ini kalian bisa belajar puasa, menahan diri dari amarah dan nangis ya? Lucunya, mbak Iya' suka ngajak ke warung mau jajan buat buka, padahal sama Ibu juga minta buatin makanan. Waktu buka, udah banyak makanan malah nggak pernah dimakan haha..., kalau buka udah minum es kelapa, cemilan ringan, sholat Maghrib, makan nasi, nggak lama Tarawih kan? Ya jajanannya nggak ke makan, jadi Ibu simpan aja deh.
Dan yang lucu lagi kalau sudah hampir masuk adzan Isya', mereka pasti cepet-cepet ke kamar mandi, buang air kecil dan wudhu. Langsung deh ambil tas mereka yang isinya mukena dan sajadah, cepet-cepat ke Masjid. Alhamdulillah semangat kalian mengingatkan Ibu pada masa kecil Ibu dulu. Abi, Ibu, om Dimas dan om Heru waktu Ramadhan. Kita ramai-ramai ke Masjid, kadang pulang jajan dulu, main petasan. Indahnya masa kecil...semoga kalian berdua pun menikmati masa kecil kalian, isilah dengan kegiatan yang bermanfaat sehingga akan selalu kalian ingat.
Ramadhan memang akan selalu kita rindukan, banyak kenangan indah akan Ramadhan. Rasanya ingin selalu menikmati Ramadhan, rasanya tidak ingin Ramadhan ini cepat berlalu... Tapi tidak mungkin, karena bulan mulia ini hanya datang setahun sekali. Bulan dimana Allah mengampuni dosa-dosa kita, amalan-amalan kita diterima, doa-doa kita didengar Allah. Amin. Semoga Ramadhan kali ini lebih berarti....
Thursday, September 13, 2007
Happy Ramadhan
Hari ini puasa hari pertama. Selamat menjalankan ibadah puasa, semoga puasa kita di bulan Ramadhan ini berkah, dan amal ibadah kita di bulan mulia, bulan penuh ampunan ini diterima Allah SWT. Amin ya robbal alamin.
Tadi pagi, udah nenek beres-beres yang buat sahur, Ibu bangunin Ayah sama mbak Iya', yang katanya mau ikutan puasa. Tahun lalu Alhamdulillah sudah puasa walaupun baru sampai jam 2, minum terus puasa lagi hehe... Habis gimana, udah badannya besar, banyak minum, bisa puasa aja udah bagus kan (^_^).
Happy Ramadhan
Mari kita berlomba-lomba meraih kebaikan
Mari kita berlomba-lomba meraih amalan
Di bulan suci penuh ampunan dan pahala
Saat nafas menjadi tasbih
Saat pahala dilipatgandakan
Saat doa di ijabah
Jangan sia–siakan tiap detiknya.
Tadi pagi, udah nenek beres-beres yang buat sahur, Ibu bangunin Ayah sama mbak Iya', yang katanya mau ikutan puasa. Tahun lalu Alhamdulillah sudah puasa walaupun baru sampai jam 2, minum terus puasa lagi hehe... Habis gimana, udah badannya besar, banyak minum, bisa puasa aja udah bagus kan (^_^).
Terus habis bangunin mbak Iya, Ibu ambilin makannya, gak lama Ghina bangun juga. Mau sahur katanya. Makan cuma sesuap, minta tidur lagi. Pagi-pagi bangun udah minta susu haha.. katanya mau puasa De'? Karena nangis ya udah kita biarin aja minum susu.. Pas Ibu berangkat Ghina bilang "Bu, ade' doain mudah-mudahan hari ini Ibu pulang jam 3 ya? Ade' tunggu ya?". Aduh, Nak..terima kasih doanya. Ibu tau kamu ingin Ibu selalu ada disisi kalian kan? Tapi maafin Ibu ya, semua impian kalian belum bisa Ibu laksanakan. Maafin Ibu... Semoga doa kalian di bulan Ramadhan ini bisa dikabulkan Allah SWT. Amin.
Buat om Dimas & tante Iin yang jauh di KL, selamat puasa, semoga puasa ini jadi pengalaman yang tak ternilai karena harus jauh dari keluarga dan lebih mandiri. Amin.
Happy Ramadhan
Mari kita berlomba-lomba meraih kebaikan
Mari kita berlomba-lomba meraih amalan
Di bulan suci penuh ampunan dan pahala
Saat nafas menjadi tasbih
Saat pahala dilipatgandakan
Saat doa di ijabah
Jangan sia–siakan tiap detiknya.
Subscribe to:
Posts (Atom)
