Thursday, August 02, 2007

New Born

Alhamdulillah, Tante Mirna udah melahirkan dengan selamat dan normal di RS Mitra Keluarga Internasional Kelapa Gading. Nama ade' bayinya Hizkia Abimael Wijaya, semoga jadi anak sholeh, baik hati, penyayang dan berbakti pada Mama dan Papa. Amin. Abim (nama panggilan ade' ganteng ini), lahir lewat perjuangan berat Tante Mirna, karena pengen melahirkan normal jadi prosesnya lumayan lama hampir 1 hari penuh. Alhamdulillah, Abim lahir dengan sehat walafiat dengan berat 3.500 gram dan panjang 50cm. Oh iya, ade' ganteng ini lahir tanggal 17 Juli 2007





Senengnya...punya tambah 1 keponakan. Cowok lagi. Alya sama Ghina udah seneng aja, mereka ngajak terus ke rumah De' Abim. Ya udah akhirnya tanggal 22 Juli kemaren, pas Ayah lagi ke Ternate dan Nenek lagi ke Lembang, kita minta om Heru jemput pagi-pagi. Ibu pagi-pagi mandiin Alya dan Ghina, ngasih sarapan sereal + susu, terus nyuci baju. Udah selesai ngeringin, Ibu panasin pastel kentang dulu buat dibawa kesana sama nyiapin cake ketan hitam. Jemur baju sambil ngobrol sama para malaikat. Gak lama om Heru dateng, Ibu mandi. Selesai Ibu mandi, Ibu minta Alya dan Ghina ganti baju dan kita siap-siap ke rumah om Heru dan tante Mirna.



Sampai sana kita langsung liat ade' Abim. Lucunya...tidur terus, kita ngobrol di kamarnya, Alya Ghina pada teriak-teriak, Abim juga gak bangun hehe.. kayak siapa ya?? Gak lama Abi, Umi, Kakak Hafian dan Hana dateng. Tambah rame deh, tp tetap aja ade ganteng ini kok gak bangun-bangun ya. Ibu gendong aja terus diciumin, Ghina juga gemes banget sama Abim. Emang bener mau punya adik, Ghin? Nanti gak bisa dipanggil ade' atau ajeng lagi dong?? Hehehe...belum kebayang ya Yah??



Kita disana sampai sore, telpon ke om Dimas di KL, terus pulang. Karena Ayah hari ini dateng dari Ternate, kasihan kalo pulang ke rumah kita gak ada. Tapi..karena kita kena macet, jadi Ayah yang duluan nyampe' deh. Maaf ya Yah..jadi bikin minum sendiri deh..



Selamat ya buat Tante Mirna dan om Heru, semoga Abim jadi anak yang sholeh, berhati mulia, penyayang, dan selalu berbakti sama orang tuanya. Amin. Dan buat om Heru semoga bisa jadi papa yang baik, bijaksana dan makin sayang sama keluarga. Amin. Buat tante Mirna, semoga bisa jadi mama yang selalu siap disisi Abim saat dia membutuhkan, mama yang bijaksana dan sayang sama keluarga dan Abim tentunya. Amin.

Foto-fotonya menyusul ya..., belum sempet download dari komputer di rumah.

Monday, July 02, 2007

Om Dimas & Keluarga Pindah ke Malaysia

Hari Sabtu kemaren, adik tercinta Ibu, om Dimas pindah kerja ke Malaysia. Sebetulnya sih udah dari 2 minggu lalu perginya, tapi om Dim baru bawa keluarganya tanggal 30 Juni kemaren. Wuah..sedihnya, om Dimas pergi pulang Samarinda aja udah berasa sepi, apalagi sekarang jauh. Udah itu si kembar Kira Ziya kan juga ikutan pergi...sedihnya gak bisa sering-sering dengar celoteh mereka, tawa mereka (hiks..hiks..). Apalagi Eyang, dari mereka lahir sampai sekarang mereka hampir 2 tahun, Eyang selalu sama mereka, walaupun terkadang Eyang juga suka nginep di Depok, Pondok Cabe, tapi di hati Eyang, Kira Ziya sangat spesial. Karena sejak mereka di dalam kandungan tante Iin, Eyang udah "bersama" mereka. Sering berkomunikasi juga dengan mereka, jadi terbayang kan gimana perasaan Eyang ditinggal jauh sama mereka??


Tapi biar gimana life must go on kan? Kita tidak bisa memaksa kehidupan harus sesuai dengan impian kita kan? Terkadang malah kehidupan itu berjalan jauh meyimpang dari impian dan harapan kita, tapi harus tetap dijalankan karena semua sudah diatur oleh-Nya. Kita hanya menjalankan hidup ini supaya lebih bermakna dan mempunya arti bagi diri kita dan orang banyak, dan tetap Allah SWT juga yang mengatur semua.


Buat Eyang pasti berat, karena Eyang yang memutuskan sendiri untuk tinggal sama om Dimas sewaktu belum menikah, walaupun banyak pilihan untuk tinggal, karena memang Eyang lebih dekat sama om Dimas dan mungkin lebih nyaman tinggal dengan om Dimas, selain karena wajah dan karakternya sangat mirip dengan Alm.Bapak (Eyang Kakung). Dan kemudian om Dimas menikah dengan tante Indah, kemudian lahirlah dua anak kecil cantik. Itu semua sudah pilihan Eyang untuk tetap tinggal disana, walaupun terkadang ada juga riak kecil dalam rumah itu, tapi buat Eyang itu adalah bumbu kehidupan. Jadi kalaupun setelah om Dimas dan keluarga pindah ke Malaysia dan Eyang masih ingin tinggal disana, ya mungkin Eyang sudah merasa menaytu dengan rumah itu, karena sewaktu Eyang hanya tinggal dengan om Dimas dan om Heru, sewaktu mereka kerja (om Dimas di Samarinda), sepanjang pagi sampai malam Eyang hanya sendirian dirumah. Tapi kan keadaan dulu beda dengan sekarang, apalagi semenjak Eyang jatuh dan retak lutut kirinya, aktivitas Eyang pasti agak berbeda kan? Jadi kita tidak bisa membiarkan Eyang tetap tinggal disana walaupun ada yang membantu Eyang.


Jadi kita tawarkan kemana Eyang mau tinggal, Depok atau Pondok Cabe, walaupun dengan penekanan tetap harus ke Pondok Cabe hehe... Kan enak ditungguin orang tua sendiri, kita ninggalin anak juga lebih tenang, maklum Ibu kan "orang sibuk" haha... Cuma tetap kalo Eyang bosen boleh pilih mau nginep dimana.


Tadinya om Dimas nawarin kita tinggal di Cirendeu, tapi Ayah dan Ibu, setelah melalui pembicaraan panjang dan pertimbangan yang matang, untuk saat ini kamu belum bisa tinggal disana. Alesan kuat ya sekolah anak-anak. Alya sekolah di Pamulang, dan jarak Cirendeu-Pamulang itu lumayan jauh dan macet di perbatasan Cirendeu-Pondok Cabe, mobil jemputannya kalau pagi tidak bisa kearah Cirendeu, kalau pulang masih oke. Ghina sekolah di TK depan komplek, kalo harus pindah ke Cirendeu, kasihan transportnya, pulang pergi naik angkot (udah itu dia kan mabok kalo naik mobil hehe..). Jadi diputuskan untuk sekarang ini kita tetap di Pondok Cabe dan Eyang juga.


Ya..pokoknya kita buat suasana senyaman mungkin dan buat om Dimas dan keluarga mudah-mudahan sukses, bahagia, dan lebih dewasa dalam menjalankan hidup dan menjaga anak-anak. Karena walaupun sekarang Oma ikut ke Malaysia tapi kan tidak selamanya, jadi semoga tante Indah jadi makin bijak dan dewasa dalam menjaga anak-anak. Ibaratnya "kalau mereka jatuh maka mereka belajar, kalau mereka sakit maka itu adalah proses alam", jadi jangan pernah takut dalam mengurus anak, beri kebebasan yang sebesar-besarnya pada anak, tapi tetap kita jaga. Sekali lagi semoga sukses selalu, I'll miss all of you. Eyang pasti kangen banget sama kalian.


Wednesday, June 27, 2007

Keceriaan Masa Kecil



Masa kecil adalah masa yang paling indah kata orang. Dan masa kecil itu benar-benar harus diisi dengan kenangan yang indah kan? Masa kecil harus penuh canda, tawa, bermain dan belajar tentang banyak hal tentunya. Karenanya Ayah dan Ibu selalu berusaha membuat masa kecil kalian itu penuh arti. Bukan hanya untuk kesenangan sendiri, tapi juga belajar memberi, belajar berbagi sesama teman kalian dan orang yang membutuhkan.


Selama ini Ayah dan Ibu selalu membiarkan kalian main, apa saja. Apapun yang kalian mau, mencari bunga, tanaman, hewan-hewan kecil yang sudah jarang kita temukan, seperti belalang, kepik, dan lainnya yang Ibu pun tidak tau namanya hehe... Kadang Ayah ajak Alya dan Ghina ke sawah di belakang komplek, dimana mereka bisa berlarian bebas, melihat aneka kupu-kupu dan mengejarnya, dan kadang berlari sambil teriak-teriak kala lebah berlari mengejar mereka. Pernah juga mereka main layangan, yang penting bermainlah sepuasnya, Nak, keluarkan keringat kalian supaya sehat. Karena matahari pagi bagus untuk kalian. Puaskanlah rasa ingin tahu kalian, puaskanlah hati kalian, yang penting buat Ibu adalah tawa dan senyum manis kalian. Kalau pada saat kalian berlari kemudian jatuh, itu adalah proses belajar juga kan? Agar kalian lebih berhati-hati dalam bermain... Berlarilah sepuasnya, tertawalah sepuasnya, bebaskan rasa kalian, Nak, karena hanya tawa, canda dan celoteh kalian yang meramaikan dunia.


Oh iya, ngomong-ngomong soal jatuh, hari Senin kemarin, mbak Iya' jatuh dengan benjolan di jidat sebesar telur bebek. Waa... kasihan kamu Nak, pasti sakit banget kan??? Ibu sedih lihatnya. Tapi she's great. Mbak Iya' cuma nangis pada waktu jatuh aja setelah itu, dia hanya diam nahan sakit dengan muka memelas. Poor her..., tapi Ibu tau dengan gini kamu pasti belajar bahwa kalau berjalan dan berlari pun harus hati-hati kan?


Pernah juga nih, ada anak tetangga yang udah piatu. Mamanya meninggal waktu dia baru 2 tahunan, dan bapaknya nikah lagi dan jarang pulang kerumah. Dia hanya tinggal sama dua orang kakak dan pembantunya saja. Anak ini pintar, dewasa sekali, beda 1 tahun dengan Ghina. Tapi, Alun, nama anak itu, sangat perhatian ke Ghina, ngemong. Dan kebetulan mereka satu sekolah dan satu kelas juga. Ibu suka kasihan sama anak ini. Pintar, dewasa tapi kurang perhatian, cuma pembantunya aja yang perhatian banget ke dia. Dan ceritanya nih, dia jadi juara kelas di TK A dan mau langsung SD karena udah mau 6 tahun. Cuma kakak-kakaknya kurang perhatian banget ke dia, apalagi bapaknya (ya Allah maaf bukan maksudnya mau mencela orang lain, belum tentu juga kami lebih baik dari mereke kan? Cuma kasihan aja). Jadi juara pun orangtua maupun kakaknya gak dateng ke sekolah untuk ambil raportnya. Makanya Ibu buat kue coklat dari resep Devil's Chocholate Cake mbak Luluk dan dibuat Cup cake karena Ibu baru beli cup dari toko Titan minggu lalu. Tapi ukuran cup-nya tuh besar banget, jadinya Ibu cuma buat 3 yang besar itu dan sisanya jadi 16 cup kecil-kecil (ukuran 3cm).


Begitu kue itu jadi, kebetulan Bude Ari sekeluarga mau pulang ke Jogja, Ayah bilang kasih ke Bude buat bekal dijalan. Ibu bilang gak enak dong, masih panas gini. Gak papa, kata Ayah. ya udah Ibu kasih ke Bude 8 cup kecil itu. Rencana buat Alun, Ibu mau hias yang besar dan kasih 1 ke dia, karena Ibu punya sisa buttercream sedikit. Nah, Ghina habis mandi lihat kue-kue itu langsung ambil, Ibu bilang masih panas, tapi dia tetap mau 2. Alhamdulillah kalo Ibu bikin kue, Ghina selalu makan banyak walopun badannya kecil...

Dia tanya, "yang besar untuk siapa?"

Ibu jawab, "kan ada tiga, jadi buat mbak Iya', ade' Ghina sama Alun"

"Gak boleh, Alun yang kecil aja jangan yang besar"

"Jangan gitu dong, cantik, kan ada tiga kasih satu ya?"

"Gak boleh, yang kecil aja.."(sambil airmata udah keluar)

Terus sambil Ibu jongkok disampingnya dan pangku Ghina, Ibu jelasin ke Ghina, "De'.. ade' sayang gak sama Alun?(Ghina ngangguk) Alun kan selama ini baik sama ade', sayang sama ade, terus kan kemaren juara kelas. Kalo Ghina sama mbak pinter atau ulang tahun Ibu buatin kue kan? Kalo Alun kan gak ada yang buatin, jadi boleh kan Ibu buatin juga untuk Alun?"

Akhirnya dia ngangguk. Alhamdulillah, dia mengerti. Semoga kalian selalu jadi anak baik ya, sayang.


Pas udah jadi untuk Alun, ternyata Alya dan Ghina mau juga, ya udah Ibu buatin juga. Tapi lucunya nggak dimakan kuenya, katanya sayang hehehe... Ternyata lucu juga buat cup cake ya? Biarpun kecil, kalo udah dihias jadi manis. Terima kasih NCC, berkat NCC, Ibu dapet "penghargaan " banyak dari anak-anak tercinta.


Dan yang pasti masa kecil mereka pasti akan lebih ceria kalau mereka mengingat bahwa waktu mereka kecil, setiap kali ulang tahun dan dapat nilai bagus di sekolah, Ibunya selalu memberi hadiah istimewa buat mereka. Sederhana memang, tapi sehat dan membahagiakan mereka. Semoga masa kecil kalian ceria selalu ya, Malaikat Kecil Ibu....

Raport Alya dan Ghina

Hari Jumat lalu, tanggal 22 Juni 2007, Alya dan Ghina bagi raport. Ibu ijin dateng siang ke kantor untuk ambil raport mereka. Pertama Ibu ke sekolah Ghina dulu karena deket rumah. Alya dan Ghina ikutan karena mereka pengen main ayunan di sekolah Ghina.
Menurut bu Evi, Ghina sudah bagus dalam membaca, berhitung, untuk umur Ghina yang belum 5 tahun itu bagus sekali. Tapi....Ghina masih suka nangis di kelas. Kurang gaul dan nggak pe-de(percaya diri). Ibu sih maklum, karena dengan umur Ghina yang baru 4 tahun 7 bulan di TK A itu memang belum cukup sih. Karena TK A itu hrsnya 5 tahun. Jadi nanti kalau masuk SD, Ghina juga baru 5 tahun 8 bulan (boleh gak ya??). Emang masih terlalu muda sih. Cuma Ibu percaya Ghina pasti bisa, hanya perlu dorongan lebih banyak. Buktinya waktu perpisahan kemaren, Ghina udah mau lho naik panggung walaupun dengan malu-malu hehe... Maju terus ya Nak...

Habis itu Ibu ke sekolah Alya di Pamulang. Menurut Ibu Sriyanti, Alya sudah banyak kemajuan, hanya beberapa yang kurang bagus. Gak apa-apa, Nak, Ibu tau kamu sudah berusaha keras. Mana Ibu nggak pernah ngajarain mbak Iya belajar, dapet nilai segitu sudah bikin Ibu dan Ayah bangga sama mbak Iya. Nih nilai-nilainya :

Sains / IPA 9
Sosial / IPS 9
Bahasa Indonesia 9
Matematika 8,5
Agama Islam 8,5
Bahasa Inggris 7,3
Komputer 7
KTK 7
Olahraga 7.5


Ada satu lagi yang 8 tapi Ibu lupa apa ya? Dengan nilai di raport seperti itu, lumayan bagus kan? Walaupun masih ada yang 7, tapi yang dasarnya sudah bagus kan? 8,5 dan 9. I'm proud of you, Girl. Ayah dan Ibu bangga sama mbak Iya, walaupun belajarnya sambil lalu, sambil main dan nonton tv, tapi tetap bagus. Harus lebih semangat lagi ya, sayang. Kadang menyesal juga nggak pernah bisa nemenin Alya dan Ghina belajar. Tapi mau gimana lagi ya, Nak..??
Menurut gurunya, disekolah mbak Iya suka bantuin temennya. Kalo temennya gak bisa nulisnya, dia bantuin. Temennya belum selesai masukin buku-buku ke tas, dia bantuin juga. jadi sering banget bantuin temen-temennya, makanya mbak Iya' sering ketinggalan nulis. Terus sama Ibu gurunya dipindahin duduknya deket anak cowok, dan dia jadi selesai semuanya. karena gak disibukkin dengan ngurusin temen-temen ceweknya. Emang secara jiwa sosialnya dia bagus, tapi buat pelajaran jadi ketinggalan kan?
Tapi gak papa, segitu aja udah bagus, karena dulu dia tuh pemalu banget. Makanya sekarang banyak gaul, banyak teman, menurut Ibu udah bagus banget. Pokoknya jangan berhenti berusaha ya Mbak, Ibu selalu bangga sama Mbak Iya', apapun yang Mbak lakukan. Karena itu yang terbaik. I love you all, my angels

Tuesday, June 05, 2007

Cake Decorating with Buttercream

Ibu ikutan kursus Cake Decorating with Buttercream 4 hari dari tanggal 1-4 Juni 2007, di rumah Mbak Fatmah. Padahal ini hari libur 3 hari, dimana Ibu seharusnya menemani Alya dan Ghina dirumah, tapi Ibu malah pergi. Tapi gak papa ya Nak, ini kan demi masa depan Ibu dan kita juga. Kursusnya seru..., pertama sih pada jaim gitu, tapi lama-lama...jangan ditanya deh, pada ngoceh.

Hari pertama, Ibu nyasar. Secara nggak pernah ke Matraman. Akhirnya naik bajaj ke Matraman Dalam, pas lewat Manggarai, wah..ternyata ada busway, berarti Ibu bisa naik busway dong dari Pertanian. Pas dateng dah pada mulai. Hari ini buat Kerang, lucu deh, imut-imut banget berjajar. Udah bagus, kata mbak Fatmah harus dihapus. Yaaa...padahal udah susah payah bikin yang bagus... Tapi gak papa, namanya juga belajar kan?

Terus buat Kerang Berdiri, pakai tali. Buat kerangnya kok syusyah ya?? Harus sabar banget deh, apalagi pas bikin talinya, ekstra sabar, kalo gak sabar talinya bisa miring2 nggak balance hehe... Kita semua moles si dummy cake, terus buat Kerang berdiri, Ruffle, Kerang biasa (apa ya istilah mbak Fat? Pokoknya kerang-kerang itu seperti baris deh, lucu banget), sama Mawar. Ternyata bikin Mawar tuh seperti itu tho?? Padahal dulu kalo lihat kue-kue pakai hiasan bunga kayaknya itu susah banget, hebat banget ya bisa bikin seperti itu. Tapi...berkat mbak Fatmah, Ibu udah bisa bikin hiasan-hiasan dan bunga-bunga cantik. Terima kasih Bu Guru cantik dan baik. Hari ini kita bawa dummy dengan motif warna pink...hmm so girly..

Kursus hari pertama














Selama kursus pokoknya kita pada ngeluh terus deh, kok susah ya, mbak Fat ini gimana ya kok gak seperti contoh dari mbak Fat, dll pertanyaan yang pasti selalu dijawab dengan penuh kesabaran sama Bunda cantik ini...

Hari kedua, kita bikin motif Keranjang, ini lumayan gampang (ehm..ehm..), terus dikasih bunga-bunga segala macem diatasnya. Wuahh...asli keren banget... Sudah bisa terima pesanan nih. Tapi Ibu tuh paling malu nawarin ke orang-orang, gimana caranya ya?? Habis pemalu sih hehe..

Kursus hari kedua





























Habis istirahat, kita bikin lagi satu lagi, pakai warna Kuning. Kasih Ruffle, Pagar Tali, Conelli dan pasti Mawar kuning. Wow..so elegant. Feminim banget deh kue ini, cocok kali ya kalau kasih motif seperti ini untuk Ibunda tercinta...


Jadi hari ini kita bawa dua kue dummy ke rumah. Alhamdulillah, Ibu inget untuk bawa plastik besar, jadi gak repot. Maklum naik busway dari Matraman ke Ragunan, terus sambung naik bis dan angkot. Pokoknya pernuh perjuangan deh kursus ini. Demi pintar, Ibu rela walaupun jauh.



Hari ketiga, kita bikin kue dengan motif Ruffle dengan garis-garis diatasnya, dibawahnya dibuat seperti segitiga nempel ke pinggiran kue (gimana bilangnya, bingung...), terus diatas pakai Kerang Tumpuk dan dikasih Keranjang bunga lengkap dengan Mawarnya. Cantik sekali... Nggak nyangka deh aku bisa buat seperti ini. Seneng banget.


Kursus hari ketiga


















Hari keempat, Ibu dateng paling pagi, karena bareng Ayah. Hari ini kita buat motif bebas dari semua yang diajarin sama Mbak Fatmah dari hari pertama. Ibu dapet pesanan dari para Malaikat Kecil kalau mereka mau warna pink dan ada keranjang bunganya. Wuahh...pesanannya susah, Nak. Tapi Ibu coba ya, mudah-mudahan berhasil. Dan...asyiikkk... berhasil juga buat dekor warna pink. Dua sisi, Ibu buat pakai kerang berdiri dan ruffle, dengan 2 warna pink dan putih. Dua sisi berikut, motif keranjang, masih dengan dua warna pink dan putih. Kan judulnya Pinky, jadi semua serba pink dan putih tentunya. Diatas Ibu kasih hiasan Kerang Tumpuk, wow...mewah banget kesannya ya.. Dan terakhir untuk tengahnya, Ibu buat keranjang bunga pakai spuit no.4 dan 15. Imut banget deh keranjangnya, ungu dan pink. Terakhir kasih bunga Mawar warna pink dan ungu juga, kasih daun dan kata mbak Fatmah seperti akar yang ada ditiap-tiap bunga itu, apa ya namanya, batang muda kali ya...



Kursus hari keempat













Dan hasilnya... wow.. it's nice and elegant. Sampai Ibu nggak percaya kalo Ibu yang bikin dekor kue itu. Aduh..bangganya. Soalnya kata mbak Fatmah, kue aku manis banget. Kan kue itu emang dibuat untuk orang-orang tercinta Ibu. Sebetulnya beberapa hari sebelum kursus ini adalah hari istimewa buat Ayah dan Ibu, our 8th Anniversary. Jadi spesial untuk suami tercinta yang sudah mendukung istrinya, mengerti bahwa istrinya belum bisa sepenuhnya jadi ibu yang baik untuk anak-anak, menjalani kehidupan ini bersama. Dan untuk para Malaikat kecil yang selalu mencintai Ibunya dengan sepenuh hati, tanpa pamrih, dengan segala pengertian mereka walaupun Ibunya belum bisa menemani mereka sepanjang hari, memperhatikan mereka sepenuhnya (tapi tetap cinta Ibu untuk kalian itu tidak terbatas). Kue ini Ibu persembahkan untuk kalian, walaupun kalian berhak mendapatkan lebih dari sekedar hanya kue, tapi kue ini adalah wujud cinta Ibu untuk kalian semua. Ibu hanya bisa persembahkan serangkai bunga Mawar, sebagai tanda cinta Ibu untuk kalian semua. Kalian adalah anugerah terindah dari Allah yang pernah Ibu terima. Terima kasih Ayah, Alya dan Ghina atas cinta kalian dan pengertian kalian untuk Ibu. I love you all very much...

Cake Mawar untuk yang tercinta











Thursday, May 10, 2007

Anugerah Yang Terindah

Anak adalah anugerah terindah yang Allah SWT berikan kepada kita. Anak dapat menghilangkan rasa sedih, rasa lelah, dan mendatangkan kebahagiaan dan tawa. Hidup rasanya hampir sempurna dengan kehadiran mereka (maaf, bukan bermaksud menyindir orang lain ya..). Hidup ini terasa damai dengan kehadiran mereka, bisa membahagiakan mereka, membimbing mereka.

Selama ini Ibu bersyukur banget Allah telah menitipkan dua malaikat cantik ke Ibu. Meraka penuh pengertian banget. Mereka mengerti kalau Ibunya tidak bisa setiap saat ada disampingmereka saat mereka membutuhkan, saat mereka sakit, saat mereka jatuh, saat mereka sedih, saat mereka senang, dll dll. Tapi Ibu selalu bersedia menjadi tempat cerita pada saat Ibu pulang kantor, mendengar cerita mereka, mendengar celoteh manja mereka, pertengkaran kecil mereka, dan masih banyak cerita lain dari mereka. Walaupun Ibu capek banget, tapi Ibu selalu mendengar mereka. Karena itu kuncinya, mereka ingin didengar. Jadi walaupun Ibu capek, lapar, penat sepulang kantor, mereka harus tetap Ibu nomor satukan. Dan yang penting jangan lupa bilang terima kasih atas kesabaran mereka menunggu Ibu, dan pelukan hangat.

Makanya Ibu bangga sama mereka, mereka sangat mandiri, sangat bisa diandalkan, walaupun terkadang manja. Satu yang paling Ibu banggakan dari mereka berdua, nggak pernah rewel kalo disuruh belajar. Mbak Iya' terutama, kalau ada pe-er (pekerjaan rumah) dari sekolah, selalu dia kerjakan sendiri, kalo Ibu pulang akan kasih lihat dan minta periksa. Always like that. Dan itu jadi ritual khusus buat kami kalau Ayah dan Ibu pulang kantor. Ghina juga, walaupun kadang suka malas kalo buat pe-er, tapi dia juga benar-benar mandiri untuk anak seusianya. I'm proud of you my little angels...

Dan Ibu pun nggak lepas dari rasa bersalah dong pastinya...tapi mau gimana? Ibu sendiri pun punya tanggung jawab yang nggak kecil kan, walaupun tetap selalu berusaha jadi Ibu terbaik buat Alya dan Ghina. Ibu pun harus bisa membagi waktu Ibu, antara karir, keluarga dan hobby. Hobby..??? Pasti banyak yang bertanya, kenapa harus membagi antara karir dan keluarga dengan hobby?

Ya, Ibu harus bisa mengatur waktu antara karir, keluarga dan hobby Ibu. Karir Ibu yang sudah 10 tahun lebih di Ciputra Group, dengan posisi yang nyaman. Ibu di kantor dituntut juga untuk bisa menyelesaikan report-report yang terkadang diantaranya ada deadline khusus, dan juga harus mengajari atau mereview kerjaan asisten di kantor. Makanya selama dikantor semua harus diselesaikan, gak pernah bawa kerjaan ke rumah. Keluarga, ini yang paling penting. Ibu berusaha menjadi Ibu dan istri yang baik, selalu berusaha. Dan hobby, Ibu punya hobby buat kue-kue yang terkadang pun harus dijual ke teman-teman yang pesan. Jadi kapan waktu Ibu buat kue? Ya malam dong, pada saat anak-anak udah tidur, baru deh Ibu nguplek sendirian di dapur. Kadang sampai jam 1-2 malam baru selesai. Tidur sebentar, pagi jam 4.30-4.45 udah harus bangun dan siap-siap ke kantor lagi. Capek?? Capek banget pasti!! Tapi kan itu udah pilihan Ibu. Hidup itu kan pilihan, seperti apa kita mau ngejalanin semua hidup ini? Ya tentu dengan memilih diantara ratusan pilihan.

Kadang teman Ibu di kantor aja suka tanya, "kapan elu sempet buat kue-kue ini?" "Siapa yang bantuin?" "Pulang kantor kalo gue sih, main sama anak sebentar, terus tidur. Males banget ya buat kue lagi. Elu kok rajin banget sih?? Tidur cuma berapa jam?" Dan masih banyak lagi pertanyaan serupa tentang hobby Ibu yang satu ini. Jawabannya hanya satu, niat! Semua kalo diniatin, Insya Allah akan berjalan baik. Yang penting keluarga tetap nomor satu kan? Karir juga harus balance dong sama semuanya. Kan sebagai Accountant, Ibu dituntut untuk buat report yang kompeten, jadi dalam hidup Ibu dan keluarga juga harus dibuat laporan yang kompeten juga. Karena pertanggung jawabannya lebih berat. Laporan kehidupan Ibu harus Ibu pertanggung jawabkan kepada Allah SWT, jadi kalo salah melangkah nanti berat tanggung jawabnya. Semoga Ibu bisa membuat semua berjalan dengan seimbang. Amin.

Dan yang utama lagi, Ibu merasa Alya dan Ghina adalah anugerah paling terindah, nikmat terindah yang Allah berikan kepada Ibu. Terima kasih Allah atas anugerah yang telah engkau berikan kepadaku, terima kasih anak-anakku sayang, karena telah menerima Ibu kalian apa adanya. Ibu akan terus dan terus belajar membagi waktu, membagi perhatian untuk kalian para Malaikat Kecil Ibu tercinta. Sekarang Ibu cuma bisa jadi part-time mother buat kalian, Insya Allah suatu saat nanti Ibu bisa jadi full-time mother impian kalian. Doakan ya Nak...